RADAR SURABAYA - Angin puting beliung yang menerjang Bandara Internasional Juanda, Kamis (8/1) sore membuat beberapa pohon tumbang. BMKG Juanda mencatat kecepatan angin tersebut mencapai 90 kilometer per jam.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda Taufiq Hermawan menjelaskan, peristiwa tersebut terpantau langsung oleh tim BMKG sekitar pukul 14.00. Proses pembentukan puting beliung bermula dari pertumbuhan awan konvektif di wilayah bandara.
Menurutnya, setelah terbentuk, pusaran angin tersebut bergerak ke arah timur dan melintasi area Bandara Juanda sebelum berakhir di perairan Sedati. Dari hasil pengamatan BMKG, kecepatan angin puting beliung tersebut tercatat cukup signifikan dan berpotensi menimbulkan dampak kerusakan serius.
“Kalau dari data yang kami miliki, kecepatannya mencapai 46 knot atau sekitar 90 kilometer per jam. Itu adalah kecepatan angin yang menghempas dari puting beliung tadi,” tegasnya.
“Setelah menjadi puting beliung, dia bergerak ke arah timur, ke arah Bandara Juanda, dan selesai di perairan Sedati di sebelah timur area bandara,” jelasnya.
Dengan kecepatan tersebut, Taufiq menyebut puting beliung berpotensi merusak bangunan semi permanen maupun menumbangkan pepohonan yang berada di jalur lintasannya.
“Dengan kecepatan angin seperti itu, bangunan semi permanen atau pohon-pohon yang berada di sepanjang lintasan puting beliung tentu akan berakibat. Benda apa pun yang dilewati berpotensi mengalami kerusakan,” ujarnya.
Terpaan angin puting beliung yang disertai hujan lebat tersebut mengacaukan pepohonan di Bandara Internasional Juanda. Belasan pohon tumbang di area Terminal 1 dan parkiran kendaraan, bahkan beberapa di antaranya menimpa kendaraan yang sedang terparkir.
Terkait tingkat kerusakan secara detail, BMKG menyerahkan pendataan kepada instansi terkait. “Untuk daya kerusakannya tentu bisa dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait yang menangani dampak di lapangan,” pungkasnya. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto