Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hari Kedelapan Evakuasi Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Tim SAR Temukan 10 Jenazah Tambahan, Jumlah Korban Jiwa Capai 63 Orang

Diky Putra Sansiri • Selasa, 7 Oktober 2025 | 02:42 WIB
Petugas mengevakuasi jenazah yang ditemukan di antara puing-puing reruntuhan bangunan musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo.
Petugas mengevakuasi jenazah yang ditemukan di antara puing-puing reruntuhan bangunan musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo.

RADAR SURABAYA - Memasuki hari ke-8 operasi pencarian, tim SAR gabungan kembali menemukan 10 jenazah dari reruntuhan bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

Penemuan ini menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi 63 orang hingga Senin sore (6/10), dari total 167 korban yang tercatat.

Kasubdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Emi Freezer, menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kompleksitas struktur bangunan yang runtuh. Material berat seperti rangka baja dan beton menjadi tantangan utama dalam pencarian korban.

“Kami harus bekerja ekstra hati-hati karena banyak korban tertimbun material berat. Setiap puing kami angkat satu per satu, memotong rangka baja dengan hati-hati sebelum bisa mengevakuasi korban,” ujar Emi.

Dalam laporan resmi Basarnas, seluruh jenazah dievakuasi dari sektor A2 dan A3 secara bertahap, mulai pukul 03.35 WIB hingga 17.39 WIB.

Salah satu korban ditemukan dalam bentuk bagian tubuh (body part), menunjukkan dampak parah dari insiden tersebut.

Emi menegaskan bahwa prioritas utama tim SAR adalah memastikan tidak ada satu pun korban yang tertinggal. Seluruh potensi dan sumber daya telah dikerahkan, termasuk alat berat dan pelacak manual.

“Kami akan terus menyisir seluruh sektor sampai benar-benar yakin tak ada korban tersisa. Setiap detik sangat berharga,” tegasnya.

Operasi besar ini melibatkan puluhan unsur SAR dari berbagai daerah, termasuk Kantor SAR Surabaya, SAR Semarang, SAR Yogyakarta, BPBD Jawa Timur, BPBD Sidoarjo, TNI-Polri, serta organisasi relawan seperti Banser, MDMC, SAR Astra, LPBI NU, dan BAZNAS. Fokus pencarian kini terpusat pada sektor tengah bangunan yang diyakini masih menyimpan kemungkinan korban tertimbun.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkomitmen menuntaskan seluruh proses penanganan darurat. Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan bahwa evakuasi ditargetkan selesai pada Selasa (7/10).

“Kami bersama seluruh unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan sudah bekerja maksimal sejak hari pertama. Targetnya, evakuasi dapat diselesaikan besok,” ujar Subandi.

Pemkab Sidoarjo juga memastikan kebutuhan logistik dan dukungan kesehatan bagi petugas serta keluarga korban tetap terpenuhi.

Subandi mengapresiasi kerja keras seluruh personel yang bertugas 24 jam di lokasi kejadian.
Deputi Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menyebut bahwa hari ini menjadi momentum penting dalam penyelesaian tahap akhir evakuasi.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah dalam menjaga kecepatan dan ketepatan penanganan.

“Saat ini sudah 75 persen proses evakuasi terselesaikan, tinggal 25 persen lagi akan selesai,” jelas Budi.

BNPB juga telah menyiapkan langkah-langkah pemulihan pascabencana, termasuk pendataan korban dan rehabilitasi fasilitas pesantren.

Tragedi ambruknya bangunan Ponpes Al-Khoziny menjadi salah satu bencana konstruksi paling mematikan di Jawa Timur tahun ini.

Dengan total 63 korban jiwa dan 104 orang selamat, proses evakuasi yang berlangsung selama delapan hari menunjukkan dedikasi luar biasa dari tim SAR gabungan.

Pemerintah daerah dan BNPB kini fokus menyelesaikan tahap akhir pencarian serta menyiapkan pemulihan jangka panjang bagi komunitas terdampak. (dik/sai/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Ponpes Al Khoziny #tim sar #jenazah #korban jiwa #ponpes #santri #meninggal dunia #sidoarjo