RADAR SURABAYA - Proses pencarian korban ambruknya gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, memasuki hari ketujuh dengan intensitas tinggi.
Tim SAR gabungan terus bekerja tanpa henti sepanjang Minggu (5/10) dini hari, menyisir sektor-sektor reruntuhan yang masih padat material bangunan.
Fokus utama pencarian berada di area A3 dan A4 yang diperkirakan masih menyimpan korban tertimbun.
Pencarian dilakukan selama 24 jam penuh dengan sistem pembagian sektor. Tim evakuasi menggunakan kombinasi alat berat dan metode manual untuk menjaga keselamatan petugas di tengah struktur bangunan yang masih berisiko runtuh.
Kronologi Penemuan Korban
Berikut kronologi penemuan 11 jenazah terbaru:
00.15 WIB: Korban ke-40 ditemukan di sektor A3
00.20–00.52 WIB: Korban ke-41 hingga ke-44 dievakuasi dari titik yang sama
01.34 WIB: Korban ke-45 ditemukan di lokasi serupa
01.41–01.48 WIB: Korban ke-46 dan ke-47 dievakuasi
02.37 WIB: Korban ke-48 ditemukan di sektor A3
03.00 WIB: Korban ke-49 dievakuasi
03.24 WIB: Korban ke-50 ditemukan di sektor A4 dalam kondisi tanpa kaki kanan
Seluruh jenazah langsung dibawa ke posko identifikasi di RS Bhayangkara Polda Jatim untuk proses lanjutan oleh tim DVI.
Total Korban dan Langkah Lanjutan
Dengan penemuan terbaru ini, total korban dalam tragedi ambruknya gedung Ponpes Al-Khoziny mencapai 141 orang.
Rinciannya: 104 orang selamat, 37 meninggal dunia, dan 21 korban masih belum teridentifikasi. Satu bagian tubuh (body part) juga ditemukan dan sedang dalam proses identifikasi.
Pembersihan puing kini difokuskan pada area yang tidak terintegrasi dengan struktur utama. Tim SAR memperkuat penyangga bangunan agar proses pencarian berikutnya tetap aman. Basarnas menyatakan bahwa operasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh area dinyatakan bersih dari reruntuhan.
Tragedi ambruknya gedung Ponpes Al-Khoziny menjadi salah satu insiden konstruksi paling mematikan di Indonesia tahun ini.
Dengan total korban mencapai 141 orang, proses evakuasi masih berlangsung di tengah tantangan struktur bangunan yang rapuh.
Pemerintah dan tim SAR gabungan terus berupaya maksimal untuk menemukan seluruh korban dan memastikan keamanan petugas di lapangan.
Tragedi ini menjadi pengingat penting akan perlunya audit konstruksi dan pengawasan ketat terhadap bangunan pendidikan di seluruh Indonesia. (sai/nur)
Editor : Nurista Purnamasari