Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ratusan Personel TNI-Polri Dikerahkan untuk Evakuasi Reruntuhan Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

Nurista Purnamasari • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 19:53 WIB
Para personel gabungan membersihkan puing-puing bangunan Ponpes Al-Khoziny, Sabtu (4/10) pagi.
Para personel gabungan membersihkan puing-puing bangunan Ponpes Al-Khoziny, Sabtu (4/10) pagi.

RADAR SURABAYA - Upaya pencarian korban reruntuhan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, terus dilakukan secara intensif.

Sabtu (4/10), ratusan personel TNI dan Polri tampak berjibaku mengangkat puing-puing beton dan besi yang menimbun lokasi kejadian.

Evakuasi dilakukan dengan kombinasi alat berat dan tenaga manual demi mempercepat proses penyelamatan.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, menyatakan bahwa sebanyak 208 personel telah diturunkan untuk mendukung penuh operasi evakuasi.

Ia menegaskan bahwa keselamatan dan nilai kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahap pencarian.

“Kami semua berupaya semaksimal mungkin agar pengangkatan puing material berjalan cepat dan aman,” ujar Tobing.

Proses Identifikasi Korban Terus Berjalan

Material bangunan yang berhasil diangkat langsung diangkut ke dalam truk, sementara tim SAR gabungan terus menyisir reruntuhan dengan teliti.

Hingga Jumat malam (3/10), sembilan jenazah santri berhasil ditemukan dari balik timbunan bangunan yang ambruk. Proses identifikasi korban dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol Mohammad Khusnan Marzuki menyebutkan bahwa sembilan kantong jenazah telah diterima dan lima di antaranya sudah melalui tahap identifikasi awal.

“Identifikasi masih berlangsung dan memerlukan pendalaman lebih lanjut,” ujar Marzuki.
Harapan di Tengah Puing

Dengan kerja keras yang melibatkan personel TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan tim medis, harapan besar tetap menggantung agar seluruh korban dapat segera ditemukan dan diidentifikasi.

Proses evakuasi terus dipercepat dengan tetap mengutamakan keselamatan tim dan penghormatan terhadap korban.

Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya evaluasi konstruksi bangunan pendidikan dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pesantren.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan audit menyeluruh terhadap bangunan serupa untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. (dik/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Musala Ambruk #Ponpes Al Khoziny #tni #evakuasi #ponpes #Polri #personel #sidoarjo