RADAR SURABAYA - Tiga jenazah korban ambruknya musala pondok pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, telah tiba di kamar mayat Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim. Dua jenazah tiba sekitar pukul 08.30. Kemudian satu jenazah tiba di RS Bhayangkara sekitar pukul 10.45.
Ketiga jenazah saat ini masih dalam proses pemeriksaan dan identifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim. Sementara setelah dilakukan pemeriksaan satu kantong berisi jenasah dipindahkan dan dimasukkan ke kontainer pendingin sekitar pukul 11.37.
Kabiddokes Polda Jatim Kombes Pol M Kusnan Marzuki menjelaskan, untuk masalah waktu identifikasi tergantung kondisi jenazah dan data ante mortem.
"Kalau masalah waktu itu tergantung. Begini inilah perlunya keluarga yang merasa kehilangan anak atau siapa itu segera melapor ke ante mortem atau untuk laporan orang hilang. Nanti disitu membawa (data) tolong yang ada sidik jari pasti bisa ijazah atau paspor atau apa yang sidik jarinya pasti," ujarnya di kamar mayat RS Bhayangkara Polda Jatim, Jumat (3/10).
Dijelaskan Kusnan, bila korban pernah periksa ke dokter gigi atau dokter umum bisa dibawa data dan diserahkan ke petugas.
"Kalau dokter gigi sangat penting sekali apalagi kalau punya rekaman panoramik gigi itu untuk diagnosa primer pasti. Untuk sidik jari juga termasuk diagnosa pasti itu nanti kalau memang tidak ada nanti bisa dilakukan pemeriksaan properti yang lain," sebutnya
Pihaknya mengimbau pihak orang tua yang punya foto-foto terakhir ada tanda tanda lahir atau tanda apa dalam tubuh atau baju yang dipakai terakhir itu bisa untuk mengidentifikasi.
"Karena paling tidak ada dua untuk menentukan ini. Kalau itu semua tidak bisa baru dilakukan tes DNA. Harapan kami tidak sampai ke sana. Karena DNA butuh waktu lama dan biayanya besar," tegasnya.
Dari pantauan Radar Surabaya Tim DVI Polda Jatim juga stand bye di pos ante mortem di RS Bhayangkara Polda Jatim. Petugas tampak siap menerima data-data dari pihak keluarga yang melapor kehilangan. Selain itu di sekitar kamar mayat RS Bhayangkara juga didirikan tenda untuk keluarga korban. Puluhan personel Ditsabhara Polda Jatim juga tampak berjaga di sekitar kamar mayat RS Bhayangkara Polda Jatim. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto