Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Calo Bus Masih Marak di Terminal Purabaya, Pengelola Minta Dukungan TNI–Polri

Muhammad Firman Syah • Rabu, 27 Agustus 2025 | 20:57 WIB
Suasana Terminal Purabaya, Sidoarjo, yang masih dihantui praktik percaloan bus. Pengelola minta dukungan TNI–Polri untuk penertiban.
Suasana Terminal Purabaya, Sidoarjo, yang masih dihantui praktik percaloan bus. Pengelola minta dukungan TNI–Polri untuk penertiban.

Sidoarjo – Praktik percaloan di kawasan Terminal Purabaya, Sidoarjo, hingga kini masih menjadi persoalan serius. Kepala Terminal Purabaya, Eko Hadi Prasetyo, menyatakan bahwa upaya pemberantasan calo tidak dapat dilakukan hanya oleh pengelola terminal. Ia menegaskan perlunya dukungan dari aparat penegak hukum, seperti TNI dan Polri, guna memperkuat patroli serta meningkatkan efektivitas penertiban, khususnya di area luar terminal.

Menurut Eko, tim keamanan internal telah rutin melakukan patroli di dalam terminal dan berhasil menjaga situasi tetap terkendali. Namun, di area luar terminal yang menjadi lokasi utama pergerakan para calo, pengawasan menjadi kurang optimal tanpa keterlibatan aparat.

“Kami berharap petugas Polri atau TNI dapat ditugaskan secara bergilir, terutama menjelang periode Natal dan Tahun Baru, kala mobilitas penumpang meningkat signifikan,” ujar Eko.

Selain menggandeng aparat, Terminal Purabaya juga mengoptimalkan peningkatan layanan untuk penumpang. Sejumlah upaya dilakukan, antara lain penataan fasilitas toilet, standarisasi ukuran loket tiket online dan offline, serta kampanye penggunaan tiket daring agar calon penumpang dapat melakukan pembelian lebih awal dan menghindari calo. Strategi ini dinilai efektif dalam menutup celah aktivitas ilegal di lingkungan terminal.

Eko mengakui bahwa menghapus praktik percaloan secara total bukan perkara mudah. Ia menyebut, faktor ekonomi sering menjadi pendorong utama sebagian orang untuk mencari penghasilan dengan cara tersebut.

“Meski demikian, pihak terminal terus bekerja menekan hingga seminimal mungkin agar penumpang merasa nyaman dan aman,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa keberadaan calo kerap mendorong penumpang untuk naik bus di luar halte resmi. Praktik tersebut dinilai membahayakan dan berpotensi mengganggu ketertiban lalu lintas. Karena itu, Eko menegaskan bahwa menggunakan fasilitas resmi di dalam terminal jauh lebih aman dan tertib.

Dalam waktu dekat, pengelola terminal juga memperkuat sinergi dengan Polsek Waru dan Koramil setempat untuk meningkatkan efektivitas pengawasan di lapangan. Melalui kerja sama lintas sektor dan perbaikan layanan, Terminal Purabaya optimistis dapat memperbaiki citra dan meningkatkan kenyamanan penumpang, khususnya menjelang masa libur panjang akhir tahun. (sry/mel/fir)

Editor : M Firman Syah
#terminal purabaya #tni #calo #aparat #Polri #tiket