Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Misteri Hilangnya Pendaki Sidoarjo di Gunung Bhutak Masih Belum Terungkap

Muhammad Firman Syah • Selasa, 19 Agustus 2025 | 22:21 WIB
Tim SAR terus menyisir Gunung Bhutak untuk mencari Chamdan Salman Alfarizi, pendaki asal Sidoarjo yang hilang sejak Sabtu malam.
Tim SAR terus menyisir Gunung Bhutak untuk mencari Chamdan Salman Alfarizi, pendaki asal Sidoarjo yang hilang sejak Sabtu malam.

Sidoarjo - Hilangnya pendaki asal Sidoarjo, Chamdan Salman Alfarizi, 22, di Gunung Bhutak, Kota Batu, masih menjadi teka-teki. Ia tak kembali sejak Sabtu malam (16/08), meski pencarian besar-besaran sudah dilakukan hingga Selasa (19/08). Puluhan personel gabungan dikerahkan, namun tanda-tanda keberadaannya belum juga ditemukan.

Kronologi peristiwa bermula saat Chamdan mendaki bersama dua rekannya, Wahyu dan Dewa, lalu mendirikan tenda di sabana pertama pada Sabtu siang. Menjelang malam, sekitar pukul 20.10 WIB, ia tiba-tiba terbangun dengan kondisi linglung yang diduga akibat hipotermia.

Saat temannya mencoba mengajaknya berbicara, Chamdan justru melontarkan kalimat janggal bahwa dirinya sudah janjian mendaki ke gunung lain bersama seorang temannya. Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 20.15 WIB, ia menghilang begitu saja dari area perkemahan.

Dua rekannya sempat berusaha mencari hingga ke arah Paseban Agung, tetapi tidak berhasil menemukan jejak. Laporan baru disampaikan ke pos pendakian pada Minggu sore (17/08), yang kemudian ditindaklanjuti dengan operasi resmi pada Senin (18/08).

Koordinator SAR Malang Raya, Yoni Fariza, mengatakan tiga tim pencari dibentuk untuk menyisir berbagai jalur di gunung tersebut.

“Tim pertama dan kedua menyisir area puncak, sabana, dan sisi utara dengan bantuan drone untuk pemantauan udara. Namun hingga Senin malam hasilnya masih nihil,” ujar Yoni, Selasa (19/08).

Pencarian akan terus dilanjutkan dengan memaksimalkan personel dan peralatan yang ada. Untuk memperlancar operasi, seluruh jalur pendakian menuju Gunung Bhutak, Panderman, dan Bokong ditutup sementara bagi umum hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Yoni juga menyampaikan identitas korban adalah warga Desa Grinting RT 04/RW 02, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Keluarga Chamdan hingga kini masih menunggu kepastian kabar dengan penuh harap, sementara tim penyelamat berupaya keras menelusuri setiap kemungkinan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki agar selalu memperhatikan kondisi fisik, cuaca, dan perlengkapan sebelum melakukan pendakian. Gunung sering kali menyimpan tantangan tak terduga, sehingga kewaspadaan dan kesiapan menjadi kunci untuk menjaga keselamatan. (ray/mel/fir)

Editor : M Firman Syah
#pendakian #pencarian #pendaki #Hipotermia #gunung butak #sidoarjo #sar