Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Korban Tewas Duel Kelompok Silat di Jalan Pahlawan Sidoarjo Alami Patah Tulang Kepala dan Pendarahan Otak

Diky Putra Sansiri • Senin, 11 Maret 2024 | 14:16 WIB
UNGKAP: Dokter Forensik RS Pusdik Sabhara, Porong, Sidoarjo, Prof Dr dr Ahmad Yudianto, Sp, F, M Subsp, SBM (K) SH, M Kes, saat memaparkan penyebab korban tewas di hadapan media.
UNGKAP: Dokter Forensik RS Pusdik Sabhara, Porong, Sidoarjo, Prof Dr dr Ahmad Yudianto, Sp, F, M Subsp, SBM (K) SH, M Kes, saat memaparkan penyebab korban tewas di hadapan media.

SIDOARJO-Tim Forensik Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo, yang melakukan otopsi terhadap jenazah Achmad Maulana, 17, yang ditemukan tewas terkapar di Jalan Pahlawan Sidoarjo, Minggu (10/3), menemukan beberapa luka penyebab kematian.

Pemuda yang mengalami sejumlah luka diduga karena menjadi korban duel maut antar oknum perguruan silat ini diketahui sebagai warga Perum Griya Sumantoro, Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Korban merupakan siswa SMK YPM 8 Sidoarjo.

Dokter forensik RS Pusdik Sabhara di Porong, Prof Dr dr Ahmad Yudianto, Sp, F, M Subsp, SBM (K) SH, M Kes, mengatakan, sekitar pukul 03.49, pihaknya menerima kiriman jenazah korban Achmad Maulana.

"Kemudian dari penyidik meminta untuk dilakukan otopsi atas izin keluarga," ujarnya.

Proses otopsi dilakukan sekira pukul 05.00. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim forensik telah ditemukan beberapa temuan.

Salah satunya ada beberapa luka akibat senjata tajam dan pukulan benda tumpul di tubuh korban. "Ada beberapa, di antaranya di daerah wajah, leher, dada, lengan dan juga kaki," ungkapnya.

Pihaknya juga melakukan pemeriksaan dalam dan telah ditemukan adanya patah tulang pada daerah kepala. Terutama kepala bagian kiri dan pendarahan pada otak.

Korban Achmad Maulana semasa hidup,
Korban Achmad Maulana semasa hidup,

Di samping itu, korban mengalami patah tulang pada dada. Hal itu yang menyebabkan adanya pendarahan pada organ dalam.

Berdasarkan kesimpulan dari tim forensik tersebut, maka kematian korban disimpulkan akibat kekerasan benda tumpul pada bagian wajah yang menyebabkan patah tulang tengkorak serta pendarahan pada otak.

"Dari pemeriksaan otopsi, korban meninggal di TKP, sesampainya di kamar jenazah korban sudah meninggal dan pakaian masih lengkap," imbuhnya.

 

Sebelumnya, informasi yang dihimpun Radar Sidoarjo menyebutkan dua kelompok remaja terlibat perkelahian. Akibatnya, dua pemuda tergeletak.

Satu di antaranya Achmad Maulana, 17, tewas di tempat. Sedangkan, M Lukmanul Hafidz, 20, menderita luka cukup serius hingga kritis.

Jenazah korban tewas dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk dilakukan otopsi.

Di lokasi kejadian juga ditemukan Yamaha Mio warna putih nopol KT 5545 GM yang posisinya terjatuh diduga dikendarai korban. (dik/nis)

 

Editor : Jay Wijayanto
#duel maut #tewas dianiaya #RS Pusdik Porong