Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Antre Bansos Rp 600 Ribu, Warga Berdesakan Abaikan Physical Distancing

Administrator • Jumat, 12 Juni 2020 | 00:18 WIB
Antre Bansos Tunai, Warga Abaikan Physical Distancing
Antre Bansos Tunai, Warga Abaikan Physical Distancing



SIDOARJO - Ribuan orang berdesakan di Kantor Pos Sidoarjo, Kamis (11/6). Mereka mengantre untuk mengambil Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Sayang, penerapan physical distancing tidak diterapkan dalam pengambilan bansos senilai Rp 600 ribu itu.


Dari pantauan Radar Sidoarjo, warga sudah mengantre sejak pagi hari. Baik orang usia lanjut, dewasa hingga anak balita ikut diajak berdesakan dalam antrean.


Meski mayoritas menggunakan masker, namun tidak ada jarak di antara warga. "Takut (tertular Covid-19, Red) sebenarnya, tapi ya gimana lagi harus antre ambil bantuan," ujar Abdul Fatah, warga asal Tarik yang ikut antre bantuan.


Sementara itu, Ketua Satgas BST Kantor Pos Sidoarjo, Abdul Latif mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah memberikan jadwal pada setiap kecamatan di Sidoarjo. Masing-masing desa sudah ada jam pengambilannya sendiri agar tidak menyebabkan kerumunan.


"Jadwalnya sudah kami buat dan sudah kami edarkan ke desa. Misalnya kelurahan A dari jam sekian sampai sekian. Ternyata kondisinya seperti ini, tidak mengikuti jadwal yang telah kami berikan," keluhnya.


Menurutnya, warga yang mengantre tersebut merupakan sisa dari warga yang belum memperoleh BST tahap pertama. Sedangkan untuk tahap kedua sudah berlangsung sejak Rabu (10/6) kemarin. "Kebetulan saat ini untuk sisa tahap satu masa bayarnya 11 Juni sehingga sangat banyak warga yang datang," imbuhnya.


Terkait pembagian BST tahap dua itu, pihak Kantor Pos juga sudah mendistribusikan ke tiga titik. Yakni di Porong, Jabon dan Wonoayu. "Sekitar 1.700 warga untuk kecamatan Sidoarjo saja hari ini yang Kantor Pos. Untuk tahap pertama yang belum terbayarkan bakal dibayarkan langsung," terangnya.


Di sisi lain, Ketua Panitia Kerja (Panja) Penanganan Covid-19 DPRD Sidoarjo, Choirul Hidayat menyayangkan kejadian itu. "Seharusnya bisa didistribusikan ke kecamatan. Padahal sistem sebelumnya sudah bagus," tegasnya. (son/nis)

Editor : Administrator
#kemensos #pemkab sidoarjo