SIDOARJO–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo mencatat ada 89 siswa sekolah dasar berkebutuhan khusus yang akan ikut ujian khusus pada 14 hingga 18 April mendatang. Hasil ini diketahui dari asesmen yang melibatkan psikolog dari RSUD Sidoarjo dan UPT Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) pada Desember 2019 lalu.
“Dari 177 anak yang ikut asesment. Hanya 89 yang layak ikut ujian khusus. Sisanya bisa ikut ujian umum seperti siswa reguler lainnya. Sudah dianggap mampu,” kata Kepala bidang pendidikan dasar (dikdas) Dikbud Sidoarjo Bambang Eko Wiroyudho kepada Radar Sidoarjo.
Angka ini dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tahun lalu ada sejumlah 67 siswa yang ikut ujian khusus. Tren paling banyak peserta ujian khusus didominasi siswa ABK kelas enam di SDN Lemahputro 1.
Tahun ini ada 11 siswa dan SDN Wedoro Waru ada empat. SDN Sidokerto Buduran ada sembilan. SDN Gedangan ada enam siswa.
Mata pelajaran ujian khusus dan ujian umum sama, yakni Pendidikan agama , PPKN, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Matematika , Bahasa Jawa, Bahasa Inggris khusus untuk yang masih menerapkan kurikulum 2006. Untuk ujian praktinya ada pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan serta seni budaya dan prakarya.
Demikian dengan jumlah butir soalnya. Pilihan ganda 40 dan soal uraian lima butir. “Kecuali matematika pilihan ganda 35 dan lima soal uraian,” imbuhnya.
Hanya yang membedakan, pembuat soal ujian dan bobot soal yang jauh dibawah ujian umum. Tahun 2020 ini menjadi tahun pertama soal ujian umum dibuat oleh tim dari sekolah masing-masing. Sekolah diberi wewenang untuk membuat soal sesuai kisi-kisi.
“Sebelum soal itu digandakan. Pihak pengawas dari kecamatan melalukan uji kelayakan atau verifikasi,” jelasnya.
Sedangkan soal ujian khusus disusun oleh kelompok kerja pendidikan inklusi Dikbud Sidoarjo. (rpp/nis)
Editor : Administrator