Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sungai Berbusa Di Dam Sumput Disimpulkan karena Detergen

Administrator • Sabtu, 8 Februari 2020 | 19:50 WIB
Sungai Berbusa Di Dam Sumput Disimpulkan karena Detergen
Sungai Berbusa Di Dam Sumput Disimpulkan karena Detergen


SIDOARJO-Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya telah mengeluarkan hasil uji lab pada Dam Sumput yang beberapa waktu lalu berbuih tebal.


Kepala DLHK Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, Jumat (7/2) ketiga dinas tersebut duduk bersama untuk memaparkan hasil penemuan dari sampel yang diambil pada aliran sungai Pucang yang melewati Dam Sumput.


Dari data yang diperoleh, memang ada beberapa unsur yang indikasinya di bawah baku mutu. Seperti hasil uji lab milik DLHK Sidoarjo bahwa dissolved oxygen (DO) yakni kandungan oksigen dalam air sangat kecil. Baku mutunya empat, namun kandungan DO-nya di bawah empat. Kemudian lagi chemical oxygen demand (COD) juga di bawah baku mutu.


Lebih mencengangkan lagi, dari lab itu, air sungai banyak mengandung bakteri escherichia coli atau e coli. “Berarti cukup banyak masyarakat yang buang tinja ke sungai,” ungkapnya.


Sigit menambahkan bahwa hasil temuan BBTKLPP disebutkan identifikasi munculnya buih karena detergen. “Yang sudah kita lakukan, sumber detergen itu kira-kira datangnya dari mana, itu yang sedang kami tindaklanjuti,” jelasnya.


Hasil lab ketiga instansi tersebut saling melengkapi. Jika semua hasil telah diserahkan secara resmi ke DLHK Sidoarjo, Sigit mengatakan hasilnya akan dikirim ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. “Langkah selanjutnya kami menunggu instruksi dari Kementerian,” kata Sigit lagi.


Selain Dam Sumput, DLHK Sidoarjo, DLH Provinsi Jawa Timur dan BBTKLPP Surabaya juga melakukan pengecekkan ke Dam Urangagung hingga ke Dam Dasakarya di Wonoayu. (rpp/nis)



 



 

Editor : Administrator