SIDOARJO-Warga Sidoarjo sempat digegerkan air sungai Dam Desa Sumput yang berbusa, 19 januari lalu. Meski saat ini kondisi sungai telah kembali normal, namun hasil pemeriksaan sampel air sungai tersebut masih terus digodok oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya.
Kabid Penataan Kapasitas Lingkungan Hidup DLHK Sidoarjo, Luh Yuni Areni menjelaskan, saat pemeriksaan awal kondisi air sumput dalam kategori normal. Namun, untuk memastikan hasilnya perlu didalami kembali. Saat ini sampel air Dam Sumput sedang dikaji. “Untuk hasilnya dapat diketahui dalam pekan ini,” ujarnya kepada Radar Sidoarjo, Rabu (5/2).
Sebab yang perlu diketahui yaitu kandungan material yang mencemari aliran sungai tersebut. Pihaknya mendorong BBTKLPP Surabaya agar mempercepat proses laboratorium terkait air yang berbusa tersebut. “Hal ini menjadi perhatian banyak orang,” bebernya.
Hal tersebut memakan waktu cukup lama sebab perlu dikomparasikan. Pihaknya mengaku tidak hanya mengambil sampel air DAM Sumput. Melainkan juga mengambil sampel air sumur warga yang berjarak sekitar 30 meter dari sungai. “Selain itu perlu data pembanding hasil penelusuran dari Dam Mojorangagung dan pabrik sekitar sungai,” katanya.
Dia mengupayakan agar hasil laboratorium segera diumumkan ke publik. Serta akan bertindak apabila air sungai tersebut tercemar karena ulah masyarakat tak bertanggung jawab. Sebab akan merusak ekosistem sungai dan air tidak dapat dimaksimalkan oleh masyarakat. “Fenomena ini masih pertama kali terjadi di Sidoarjo,” pungkasnya. (hil/vga)
Editor : Administrator