Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Thrift Store Masih Sangat Diminati Masyarakat

Administrator • Selasa, 21 Januari 2020 | 00:28 WIB
Thrift Store Masih Sangat Diminati Masyarakat
Thrift Store Masih Sangat Diminati Masyarakat

WARU-Banyak alternatif untuk membeli pakaian. Salah satunya memilih pakaian bekas layak pakai bukan hal yang keliru. Saat ini tren membeli pakaian bekas bermerek sudah semakin marak. Hal itu dirasakan oleh pelaku usaha jual-beli pakaian bekas.


Pemilik usaha pakaian bekas Erwin Budhy Saputra menjelaskan, seluruh pakaian yang berada di tokonya masih layak pakai. Selain pakaian dia menjual beberapa jenis lain. Yaitu, sepatu, topi, tas, dan jaket. Seluruhnya cukup diminati oleh kawula muda yang ingin tampil trendi. “Awalnya dulu jualan sepatu bekas terus berkembang. Tren positif tersebut dirasakan sejak beberapa tahun lalu dan tahun kemarin puncaknya,” ujarnya kepada Radar Sidoarjo, Minggu (19/1).


Konsep toko yang dijalankannya sejak 2013 itu berkonsep thrift store. Rata-rata harga produk pakaian untuk perempuan maupun laki-laki berada di angka Rp 65 ribu hingga Rp 85 ribu. Selain itu produk sepatu bekas miliknya kisaran Rp 150 ribu hingga Rp  200 ribu. “Harga ini cukup terjangkau untuk penggila fashion. Tidak jarang banyak pembeli baru dan beberapa yang melakukan repeat order,” bebernya.


Menurutnya banyak sekali merek-merek tersohor di tempatnya. Namun, stok produk di tokonya tidak lebih dari satu. Sehingga hal itu yang menyebabkan barang miliknya sering kosong atau habis. Rata-rata pembeli melakukan pemesanan terhadap pakaian yang mau dibeli. “Yang paling laris yaitu kemeja flanel dan jaket parka maupun jins,” ungkapnya.


Dari sekian banyak pembeli yang berkunjung, rata-rata pembeli tokonya didominasi oleh pemuda-pemudi yang masih bersekolah, mahasiswa, dan orang tua. Menurutnya, tren pakaian bekas masih diminati karena model pakaian tersebut sesuai dengan tren fashion sekarang. Serta terjangkau untuk menengah bawah hingga atas. “Sehingga beberapa anak-anak yang mengikuti tren tersebut juga terdorong untuk mengikutinya,” pungkasnya. (hil/nis)


Editor : Administrator