Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kail Pancing Diduga Peninggalan Majapahit Ditemukan di Tarik

Administrator • Sabtu, 18 Januari 2020 | 00:27 WIB
Kail Pancing Diduga Peninggalan Majapahit Ditemukan di Tarik
Kail Pancing Diduga Peninggalan Majapahit Ditemukan di Tarik

SIDOARJO-Peninggalan sejumlah situs yang diduga berasal dari Kerajaan Majapahit terus bermunculan, di Desa Kedungbocok Kecamatan Tarik. Terakhir, sebuah peninggalan berupa kail pancing ditemukan warga. Menariknya, ukuran kail pancing itu cukup besar. Tak seperti ukuran biasanya.


Koordinator Komunitas Garda Wilwatikta Agus Subandriyo mengatakan, penemuan mata kail tersebut ditemukan di utara makam Klinter di Desa Kedungbocok, Sabtu (4/1) lalu. Menurutnya, mata kail itu terbuat dari perunggu. Sayangnya, mata kail yang diduga berasal dari sejarah masa lampau itu harus dititipkan di salah satu warga.


"Masih kita simpan di rumah mbah Hadi, karena masih belum ada lokasi yang aman untuk menyimpan benda itu," katanya.


Sebenarnya, kata Agus, pemerintah Desa Kedungbocok sudah membangun meseum di belakang balai desa. Sejumlah peninggalan situs juga sudah banyak yang dipindah ke museum mini itu. Sayangnya, tak ada rak kaca yang dapat digunakan untuk beberapa peninggalan yang ukurannya cukup kecil.


Sehingga kail pancing tersebut untuk sementara disimpan di salah satu warga. Sebab, lokasi museum yang ada dinilai belum terlalu aman untuk menyimpan benda burukuran sekitar lima hingga enam centimeter itu. Padahal menurut dia penemuan kail tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia merupakan negara maritim sejak dulu. "Pusaka senjata kuno seperti ini justru terbuat dari perunggu, perkiaraan dibuat sebelum 700 Masehi," paparnya.


Selain kail pancing, ada sejumlah situs kuno yang hingga saat ini belum juga dipindahkan. Misalnya, batu umpak dan dorpel. Alasannya, untuk memindahkan batu itu ke museum, membutuhkan peralatan yang memadai, seperti alat berat. Sehingga untuk sementara masih berada di area depan balai desa.


Dirinya berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah. Sebab jika dikelola dengan baik, maka peninggalan masa lalu itu dapat menjadi salah satu objek wisata bersejarah. Di sisi lain, pihaknya juga berharap agar ada perda yang mengatur penemuan situs bersejarah di Sidoarjo. "Paling tidak kalau ada rak kaca kan bagus, buat nyimpan peninggalan yang kecil-kecil seperti kail," paparnya. (far/vga)


Editor : Administrator