SIDOARJO-Revitalisasi sentra kuliner Gajah Mada masih berlangsung untuk pemasangan kanopi di lantai dua, Senin (13/1). Sebelumnya terbuka tanpa ada penutupnya. Jika panas ya kepanasan, jika hujan ya kehujanan.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Listyaningsih mengatakan, langkah revitalisasi ini menjadi upaya untuk menggebyarkan kembali sentra kuliner tersebut.
Di lantai dua sentra kuliner Gajah Mada akan difokuskan untuk pedagang makanan ringan seperti gorengan dan kopi. “Lantai satu khusus makanan berat,” kata Lis kepada Radar Sidoarjo.
Pedagang makanan berat pun akan diminta menjual satu jenis makanan saja. “Misal soto ya soto. Tidak boleh gabung dengan menu lain,” imbuhnya.
Saat ini pedagang masih diberi kebebasan untuk menjual lebih dari satu menu. Seperti nasi campur, pecel, soto daging. “Biar mereka lebih fokus. Harus menentukan satu menu,” tegas Lis.
Menurutnya, pedagang tak perlu khawatir dengan kebijakan ini akan mengurangi omset pendapatan. Lis menceritakan, dari pakar kuliner yang digandeng Disperindag menyarankan untuk menjual lauk tambahan dalam porsi terpisah.
“Misalkan soto, lauk tambahan seperti telur, jeroan, nah itu bisa dijual terpisah. Dari pada tersaji di satu mangkok penuh. Itu sih sarannya,” katanya lagi.
Lebih lanjut dengan penentuan satu pedagang satu menu, akan berkaitan dengan penataan per sektor. Tidak bercampur layaknya kondisi saat ini.
Lis menambahkan, selain kanopi, sentra kuliner di Jalan Gajah Mada ini akan dimeriahkan dengan live music. Panggung sudah ada. Tinggal menjadwal siapa yang mengisi.
Kemudian, di pertengahan tahun nanti gapura pintu masuk ke area tersebut akan dibangun. (rpp/nis)
Editor : Administrator