Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Awal Desember Keruk Sungai Buntung, Pemilik Bangli Diminta Bongkar

Administrator • Jumat, 29 November 2019 | 01:18 WIB
Awal Desember Keruk Sungai Buntung, Pemilik Bangli Diminta Bongkar
Awal Desember Keruk Sungai Buntung, Pemilik Bangli Diminta Bongkar



SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo akan melakukan normalisasi Sungai Buntung yang berada di Kecamatan Waru. Tahun ini, lokasinya berada di kawasan Desa Tambakrejo dan Tambaksawah. Di kawasan itu, banjir sering kali melanda akibat endapan sungai yang cukup tinggi dan banyaknya bangunan liar berdiri.


Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya dan Sumber Daya Air (DPUBM SDA) Sidoarjo melakukan sosialisasi kepada puluhan pemilik bangli yang berdiri di pinggir sungai Buntung. Mereka diminta untuk melakukan pembongkaran sendiri bangunan yang telah mereka dirikan.


Camat Waru Fredik Suharto mengatakan, idealnya dalam 1 km hanya dapat dihuni tak lebih dari 1.500 penduduk. Realitanya, di Waru saat ini dihuni oleh lebih dari 50 ribu penduduk. Sehingga kondisinya sangat padat. Banyak bangunan yang berdiri di pinggir-pinggir sungai. “Melihat situasi seperti ini, sungai dangkal dan menyebabkan banjir,” katanya.


Menanggapi hal itu, salah satu warga yang diundang dalam diskusi tersebut, Sudarno menyampaikan, jika persoalan banjir tersebut akibat dari adanya jembatan yang rendah hingga adanya penyempitan saluran air. Hal itu berdampak pada sirkulasi air yang menjadi tak lancar. “Makanya kami usulkan, bagaimana caranya air itu bisa lancar,” paparnya.


Warga lainnya, Ahmad Yani meminta, agar proses pembongkaran bangunan liar yang berada di pinggir sungai tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama. Sehingga pembongkaran dapat dirasa lebih adil. Di sisi lain, dirinya meminta agar Pemkab dapat membantu pembongkaran. “Kira-kira waktu pembongkaran bisa dilakukan kapan,” katanya.


Sementara itu, Kepala Satpol PP Sidoarjo Widiyantoro Basuki meminta komitmen para pemilik bangli itu agar merelakan bangunannya untuk dibongkar. Sebab selain menjadi penyebab banjir, bangli itu membuat alat berat tak dapat masuk. Untuk itu, pemilik bangli harus berkorban bangunannya dibongkar.


Hari ini, pihaknya akan melincurkan surat kepada para pemilik bangli. Surat tersebut berisi batas waktu pemilik bangli untuk melakukan pembongkaran sendiri. Sehingga, setelah nantinya bangunan tersebut dikosongkan, pembongkaran dapat dilakukan. “Ini demi masyarakat, agar tak terus-terusan banjir,” paparnya.


Kepala DPUBM SDA Sidoarjo Sunarti Setyaningsih menyampaikan, jika diperlukan, pihaknya siap membantu masyarakat untuk melakukan pembongkaran bangli. Pihaknya akan menerjunkan sejumlah alat berat jika diperlukan. Sehingga prosesnya pembongkaran dapat dilakukan.


Di sisi lain, permasalahan banjir yang kerap terjadi di kawasan Tambak Rejo dan Tambak Sawah tersebut memang disebabkan adanya endapan di dasar sungai. Menurutnya, mulai kasur hingga lemari, semuanya menumpuk di dasar sungai. Sementara kondisi sungai juga semakin menyempit. “Awal Desember ini, kami sudah harus melakukan normalisasi,” katanya. (far/nis)

Editor : Administrator
#normalisasi sungai buntung