Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bisnis Pertamini Lebih Menguntungkan daripada Jual Eceran di Botol

Administrator • Selasa, 2 Juli 2019 | 21:25 WIB
Bisnis Pertamini Lebih Menguntungkan daripada Jual Eceran di Botol
Bisnis Pertamini Lebih Menguntungkan daripada Jual Eceran di Botol



SIDOARJO - Penjualan BBM menggunakan mesin yang dikelola perorangan kini mulai menjamur. Masyarakat biasa menyebutnya Pertamini. Mesin Pertamini banyak diminati pengusaha BBM eceran karena mampu memberikan keuntungan yang menggiurkan. Meski, secara keamanan juga belum dapat dipastikan terjamin.


Hasan, 57, pengusaha Pertamini di Desa Sepande, Kecamatan Candi menceritakan, dalam sehari ada sekitar tiga drum stok BBM-nya bisa laku terjual. "Kalau pakai botolan tidak habis satu drum," terangnya.


Hasan sudah memulai usaha itu sejak dua tahun yang lalu. Dia membeli mesin Pertamini itu dari salah satu CV di Sidoarjo. "Didatangkan dari Lampung, harganya variatif. Ini dua mesin harganya Rp 30 juta," imbuhnya.


Untuk perizinannya, dia juga mengaku tidak terlalu sulit. Dia hanya memberitahukan izin usaha ke pihak desa setempat. "Sama izin tetangga sekitar. Tidak izin ke dinas," terangnya.


Untuk mendapatkan BBM yang akan dijual, Hasan juga membelinya dari SPBU di sekitar rumahnya. Layaknya penjual BBM eceran, dia membawa jurigen ke sejumlah SPBU yang melayani penjualan BBM eceran. Jadi tidak ada mobil Pertamina yang mampir mengisi ulang di mesin Pertamininya. Biasanya, hasil kulak BBM dari SPBU itu akan disimpan dalam drum. Dari drum itu lah baru diisikan ulang ke mesin Pertamini.


Sayangnya, Hasan tidak memberikan persiapan khusus untuk antisipasi kebakaran. Hasan tidak mempersiapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) maupun hydrant di sekitar mesin Pertamininya. "Antisipasi aja, dilarang merokok di sekitar mesin. Lalu jangan sampai ada yang tercecer," ujarnya.


Senada dengan Hasan, Sumaiyah juga biasa mendapatkan BBM dengan cara mengantre membeli di SPBU. Sejumlah jurigen besar juga disimpan di kios Pertamini yang masih satu desa dengan Hasan itu. Jurigen itu sebagi tempat penyimpanan hasil kulak BBM dari SPBU. "Lebih diminati orang dibanding botolan," singkat Sumaiyah.


Sebelumnya, Minggu (30/6) terjadi kebakaran kios Pertamini di Desa Anggaswangi RT 1/RW 1. Kejadian ini menjadi perhatian serius Pemkab Sidoarjo. Terutama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sidoarjo. Alasannya, selain menyebabkan kebakaran hebat, usaha pom mini itu juga tak berizin. (son/far/nis)

Editor : Administrator
#disperindag sidoarjo