Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

IGD RSUD Sidoarjo Overload, Antrean Rawat Inap Capai 70 Orang

Administrator • Sabtu, 27 April 2019 | 19:54 WIB
IGD RSUD Sidoarjo Overload, Antrean Rawat Inap Capai 70 Orang
IGD RSUD Sidoarjo Overload, Antrean Rawat Inap Capai 70 Orang




SIDOARJO - Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sidoarjo terlihat ramai. Banyak pasien yang belum mendapatkan kamar rawat inap. Mereka pun terpaksa mengantre di IGD. Sembari menunggu ada ruang rawat inap yang kosong.

Saking banyaknya pasien di IGD, ada yang tidak kebagian tempat tidur. Beberapa pasien bahkan harus diinfus dengan duduk di kursi tunggu.

Seperti yang dialami Saquillah (1,5) dari Desa Tebel, Gedangan. Dibawa Kartini, ibunya, sejak pukul 09.00 Jumat (26/4) hingga pukul 15.00 dirinya terlihat masih menunggu kamar rawat inap. “Dijanjikan nanti pukul 17.00 sudah dapat kamar. Katanya nunggu karena ada yang mau keluar,” tuturnya.

Humas RSUD Muhammad Idham membenarkan bahwa saat ini IGD kelebihan pasien. Dia menuturkan bahwa tingkat kepercayaan pasien terhadap RSUD yang semakin meningkat ditambah ada rujukan dari rumah sakit lain. “Kita tidak bisa menolak, akhirnya kita tampung,” terang Idham.

IGD yang seharusnya memiliki daya tampung sekitar 50 tempat tidur, sekarang sudah kelebihan 20 pasien. Sebanyak 50 tempat tidur itu tersebar di zona kuning dan zona merah. Mayoritas pasien menderita diare. Rinciannya ada 18 anak-anak dan 6 orang dewasa. Ada juga yang demam berdarah sebanyak 6 anak dan 25 orang dewasa. Saat ini yang masih belum mendapatkan kamar sebanyak 30 pasien.

Koordinator lantai satu IGD Suherman menceritakan bahwa saat ini terlalu banyaknya pasien. Pernah ada yang sampai menunggu dua hari baru bisa mendapatkan kamar rawat inap. “Kalau benar-benar tidak ada tempat, kami tawari dirawat di lorong apakah bersedia. Jika iya keluarga menandatangani surat persetujuan,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, dalam satu hari kunjungan ke IGD pada Kamis (25/4) mencapai 204 pasien. Yakni rawat jalan sebanyak 80 pasien dan rawat inap 87 pasien.

Sementara itu, menanggapi IGD yang overload, kalangan legislatif menilai pembangunan RSUD Sidoarjo Barat sangat dibutuhkan. Tujuannya untuk mendekatkan pelayanan kesehatan pada warga. Terutama di wilayah barat. Seperti Tarik, Prambon, Krembung, dan Krian.

Anggota Komisi D Bangun Winarso mengatakan, selama ini untuk berobat warga harus menempuh perjalanan jauh. Dari tempat tinggalnya menuju RSUD Sidoarjo. "Jarak yang jauh itu dikeluhkan. Karena warga yang sakit harus mendapatkan pelayanan cepat," ujarnya.

Belum lagi, tambahnya, jumlah pasien di RSUD Sidoarjo terus bertambah. Bahkan overload. Nah, satu-satunya solusi yakni dengan mempercepat pembangunan RSUD Sidoarjo Barat. "Pemkab harus mengatakan pemenuhan fasilitas kesehatan," jelasnya.

Menurut dia, membeludaknya pasien di RSUD Sidoarjo karena banyaknya rujukan ke rumah sakit milik pemkab tersebut. "Termasuk dari wilayah Sidoarjo barat juga dirujuk ke sana," katanya. (rpp/nis) Editor : Administrator
#igd rsud sidoarjo #dprd sidoarjo #overload pasien