SIDOARJO - Memasuki waktu pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap pertama, hingga saat ini total Calon Jamaah Haji (CJH) asal Sidoarjo yang sudah melakukan pelunasan berjumlah 1.592 jamaah. Itu berarti mencapai 70 persen dari total CJH tahun ini yang berjumlah 2.272 orang.
Kepala Seksi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo, Rohmat Nasruddin mengatakan, dari 2.272 CJH asal Sidoarjo tersebut terdapat CJH yang sudah pernah melakukan haji sebelumnya.
Sehingga mereka tidak dapat melunasi dana haji pada tahap pertama. “Karena bagi yang sudah pernah haji enggak bisa di tahap pertama,” katanya, Rabu (27/3).
Total ada sekitar 200 CJH yang tidak bisa melakukan pelunasan dana haji di tahap pertama itu. Hal itu lantaran saat ini sistem tersebut sudah mulai berlaku.
Sehingga bagi calon jamaah haji yang sudah pernah melakukan haji, secara otomatis namanya tidak akan muncul di sistem data pada pelunasan tahap pertama. “Ya itu otomatis, kalau nggak muncul pasti munculnya di tahap kedua,” terangnya.
Nasrudin mengatakan, pemberlakuan seperti itu merupakan hal yang cukup positif. Hal itu lantaran pemerintah lebih mendahulukan bagi jamaah haji yang belum pernah melakukan haji sebelumnya.
Sementara itu, pelunasan jamaah haji pada tahap pertama tersebut dimulai pada 19 Maret lalu dan akan berakhir pada 15 April nanti.
Namun begitu, Nasrudin berharap agar para jamaah dapat melakukan pelunasan secepat mungkin. “Mumpung masih sehat, kalau bisa pelunasannya juga dipercepat,” katanya.
Saat ini terdapat beberapa CJH yang tidak dapat melakukan pelunasan lantaran terbentur dengan kebutuhan hidup jamaah. Beberapa di antaranya ada yang masih kuliah dan bekerja.
“Mereka ada yang minta diundur tahun depan, karena beberapa kuliah, tapi otomatis cadangan kita naikkan,” ungkapnya.
CJH kini sedang melakukan imunisasi serta vaksinasi di puskesmas di masing-masing daerah. Sementara bagi yang sudah melakukan pelunasan akan menunggu proses perekaman biometrik.
Data perekaman tersebut kemudian langsung terkirim ke kedutaan Saudi Arabia. “Biometrik itu melakukan perekaman wajah dan sidik jari, itu karena pemerintah Saudi mewajibkan,” katanya. (far/nis)
Editor : Administrator