SIDOARJO - Selain bandeng dan udang, budidaya lele juga terus dikembangkan di Kota Delta. Bahkan, beternak ikan lele dianggap lebih kecil risikonya.
"Ikan lele itu bisa hidup di segala jenis kolam air. Lele bisa hidup di kolam tanah, kolam fondasi semen, bahkan di kolam terpal," kata Jefri, peternak ikan lele, di Desa Kedungbendo, Tanggulangin.
Menurut dia, ikan lele juga lebih tahan penyakit. Berbeda dengan bandeng, udang, atau ikan-ikan jenis lain. Sebab, ikan lele dilapisi lendir di bagian kulitnya. "Karena tahan penyakit dan mudah pemeliharaannya, maka tentu saja lebih murah biayanya," ucap Jefri.
Berdasarkan pengalaman sebagai pembudi daya lele, Jefri menyebut pasar ikan lele masih sangat luas. Permintaan pasarnya juga tinggi.
"Saat ini banyak rumah makan, warung, atau kedai yang menjual lauk lele. Kebutuhan pasar lele sekitar 23 ton per harinya. Saat ini hanya terpenuhi 10 ton saja. Kurang dari 50 persen," katanya.
Menurut dia, ikan lele merupakan salah satu ikan paling populer di kalangan masyarakat Indonesia. Bisa disajikan sebagai pecel lele, sambal lele, lele bakar, dan sebagainya.
Selain dikonsumsi langsung, lele juga biasa menjadi sajian masakan di warung hingga restoran. Lele juga bisa dijadikan camilan yang nikmat dalam segala suasana. (vga/rek)
Editor : Administrator