SIDOARJO - Kondisi tanggul di kawasan Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin kian mengkhawatirkan. Tanggul yang pernah ambles tersebut kini terancam jebol karena ketinggian air dan lumpur mendekati bibir tanggul.
Dari pantauan Radar Sidoarjo, ketinggian air dengan bibir tanggul hanya berjarak sekitar 20 sentimeter. Jika hujan deras dengan intensitas tinggi dikhawatirkan air dan lumpur akan meluber ke arah timur.
Lebih membahayakan lagi jarak tanggul dengan permukiman warga hanya sekitar 200 meter. Warga di sekitar tanggul juga waswas dengan kondisi tersebut. “Kami pasti khawatir apalagi setiap sore sering hujan deras,” ujar salah satu warga Yasin.
Saat malam hari, apalagi hujan deras, warga sangat cemas. Mereka takut sewaktu-waktu tanggul jebol. Hal tersebut bisa berdampak pada melubernya air dan tanggul. “Pasti nanti akan menerjang pemukiman dan jalan,” terangnya.
Sementara itu, Humas Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) Hengky Listria Adi mengakui elevasi air di waduk tanggul titik 67 Gempolsari mendekati bibir tanggul. Hal tersebut terus dimonitor oleh PPLS agar tidak membahayakan warga sekitar. “Hujan deras berdampak pada volume di dalam kolam penampungan,” katanya.
Dia mengungkapkan, saat ini PPLS berupaya mengurangi volume air dengan cara over flow dialirkan ke drainase yang ada. Air dan lumpur akan dialirkan ke Sungai Porong. Saat ini ketinggian tanggul sekitar 8,5 meter. “Rencananya akan ditinggikan sampai 11 meter," pungkasnya. (vga/rek)
Editor : Administrator