Wahana wisata Dunia Fantasi (Dufan) yang dibangun di bekas pabrik soda di Waru hingga kini masih mandek. Investasi yang digadang-gadang bisa mengembangkan potensi wisata di kawasan utara Kota Delta itu hingga kini belum jelas.
Padahal, sejak tiga tahun lalu investor PT Genta Persada Jaya yang berencana menanamkan modalnya untuk membangun Dufan sudah menyatakan siap membangun tempat wisata keluarga itu. Malah, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah optimistis investasi itu bisa berkembang pesat.
Namun, hingga kini dufan yang direncanakan menempati lahan seluas 10 hektare itu mangkrak. Dari pantauan Radar Sidoarjo, hanya bangunan pesawat yang masih terlihat di lahan tersebut. Belum ada bangunan tambahan termasuk pengerjaan fisik untuk membangun Dufan.
Investor juga pernah menjanjikan membangun wahana theme park seluas empat hektare, pusat perbelanjaan modern, hingga kawasan terbuka hijau tiga hektare.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo Ari Suryono mengatakan, pembangunan Dufan memang dikerjakan oleh pihak swasta. Terkait proses izin, hanya izin mendirikan bangunan (IMB) yang belum rampung. "Belum selesai IMB-nya. Master plan pembangunan juga sering berubah,” katanya.
Mantan Kabag Kerja Sama ini mengungkapkan, pengembangan rencana Dufan tersebut menjadi kewenangan pemiliknya. Memang pada awalnya pihak investor tertarik untuk membangun Dufan di Waru. “Tapi di tengah jalan mereka mandek untuk membangun kan kita juga tidak penyebabnya,” jelasnya.
Menurut Ari, pihak investor melihat peluang dan waktu untuk menyelesaikan pembangunan Dufan tersebut. Karena itu, pembangunan serta penyelesaian perizinan belum bisa dilakukan. “Kami sebenarnya mendukung Dufan bisa segera selesai dibangun,” pungkasnya. (vga/rek)
Editor : Lambertus Hurek