Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sungai Brantas Tercemar Mikroplastik

Lambertus Hurek • Minggu, 21 Oktober 2018 | 15:09 WIB
Sungai Brantas tercemar mikroplastik yang berbahaya
Sungai Brantas tercemar mikroplastik yang berbahaya

Aeshnina Azzahra (12), Sofi Azilan (19), Thara Bening (16),  dan Daru Rini (42) melakukan kegiatan tidak biasa. Mereka berempat menggunakan perahu plastik menyusuri Sungai Brantas di perbatasan Sidoarjo dan Gresik pada Sabtu (20/10) dan Minggu (21/10). Sepanjang perjalanan mereka memantau kondisi sungai yang diduga tercemar berat itu.


Empat aktivis lingkungan ini menghitung timbunan sampah di pinggir sungai, pohon-pohon yang ditemukan plastik nyangsang, saluran limbah domestik, dan mengukur kualitas air.


Daru Rini mengatakan, Sungai Brantas adalah sungai yang teridentifikasi menjadi penyumbang terbesar sampah plastik di kawasan perairan laut ASEAN. "Setiap tahun lebih dari 28 ribu metrik ton sampah plastik bersumber dari aliran Brantas ke Laut Jawa," ungkap doktor lingkungan lulusan Universitas Brawijaya itu.


Menurut dia, sungai adalah jalur utama yang dilalui sampah plastik sampai ke laut. Sebanyak 15 dari dari 20 sungai pencemar terbesar di dunia ada di Asia. Selain Brantas di Jatim ada Sungai Gangga di India, Pasig di Filipina, Mekong di Thailland dan Yangtze di Tiongkok.


Sepanjang penyusuran, puluhan timbulan sampah ditemukan di wilayah Sidoarjo dan Gresik. "Sebab, masyarakat menjadikan sungai menjadi tempat sampah, terutama jenis sampah saset, popok, dan tas kresek," ungkap Sofi Azilan mahasiswi Universitas NU Surabaya.


Selain temuan sampah plastik, empat pencinta lingkungan ini juga menemukan serpihan-serpihan plastik ukuran 0,5 mm yang disebut mikroplastik. (rek)

Editor : Lambertus Hurek