Kawasan pesisir Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata bahari. Apalagi saat ini sudah ada Pulau Lusi yang merupakan hasil reklamasi Lumpur Sidoarjo.
Meski begitu, secara umum sampai saat ini geliat wisata di Dusun Tlocor belum begitu terasa. Jumlah wisatawan pun masih fluktuatif. Karena itu, sejumlah mahasiswa asal Malang mengadakan pelatihan pembuatan suvenir untuk masyarakat Tlocor. Kebetulan saat ini mahasiswa Universitas Malang sedang menjalani kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) di Dusun Tlocor.
"Kami ajak warga memanfaatkan barang bekas yang dibalut dengan pasir tambak dan berbagai pernak-pernik untuk menambah nilai estetika produk yang dihasilkan," ujar Auliya Putri, salah satu mahasiswi.
Pelatihan ini, menurut dia, untuk memberdayakan warga Tocor, terutama kelompok sadar wisata (pokdarwis). Mereka didorong untuk memanfaatkan potensi setempat seperti banyaknya pasir tambak dan sampah yang terbuang sia-sia. Mulai dari ranting, batang pohon, botol, hingga kaleng minuman.
Adi Setiono, pengusaha wisata eukasi Pasir Porong, dijadikan narasumber dan instruktur. Menurut dia, pasir tambak dan sampah merupakan sumber bahan yang dapat dimanfaatkan ulang sebagai tempat pensil, asbak, gantungan kunci, vas bunga, celengan, tempat foto, wadah kartu nama, hiasan dinding, bahkan kaligrafi. "Harganya cukup mahal," kata Adi Setiono.
Setelah penjelasan singkat, anggota pokdarwis dan karang taruna beserta beberapa anak-anak melakukan praktik membuat suvenir. Produk yang dibuat adalah gantungan kunci, tempat lilin, dan asbak. Adi pun mengapresiasi semangat warga Tlocor dalam membuat suvenir sederhana. "Anda harus terus berlatih dan memproduksi sendiri suvenir yang khas Tlocor," katanya.
Harapannya, ketika Pulau Lusi sudah beroperasi, warga Tlocor sudah siap untuk mengais rezeki dari wisata bahari di kampung halamannya. (sar/rek)
Editor : Lambertus Hurek