Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarj Bahrul Amig menerangkan pendapatan dari parkir ini memang terus naik. Pada 2016 lalu jumlahnya mencapai Rp 28 miliar, sedangkan tahun 2017 naik Rp 1 miliar menjadi Rp 29 miliar.
Namun ia menilai pihaknya perlu memetakan potensi pendapatan di setiap titik parkir. Tujuannya untuk melihat pendapatan parkir di 279 titik parkir berlangganan di Sidoarjo.
“Dalam waktu dekat, akan turun pihak ketiga sebagai konsultan untuk menilai potensi parkir,” katanya.
Menurut dia, jika potensi parkir melebihi pendapatan parkir berlangganan, maka Pemkab akan mengganti sistem tersebut. Apalagi saat ini banyak pihak yang tidak puas dengan pelayanan parkir berlangganan.
“Nanti hasilnya akan didiskusikan dengan DPRD,” tambahnya.
Disebutkan, pendapatan retribusi parkir berlangganan memang selalu mampu memenuhi target yang ditetapkan. Bahkan, lanjutnya, pendapatan lebih sering melampaui target. "Pemasukan setiap tahun pun terus bertambah," katanya.
Menurutnya, penambahan pendapatan itu disebabkan adanya penambahan kendaraan. Setiap tahun jumlah sepeda motor dan mobil selalu bertambah. Hal ini tentu berimbas pada pendapatan parkir. Hanya saja, ia tetap menyatakan pihaknya tetap perlu melakukan pemetaan potensi pendapatan di setiap titik parkir. (nis/jee) Editor : Lambertus Hurek