Kepala Dishub Sidoarjo Bahrul Amig mengatakan, selama beberapa bulan terakhir kendaraan dari arah timur dibelokkan masuk ke perumahan TPI, lalu putar balik. “Ini agar kendaraan tidak menumpuk dan saling serobot di bundaran,” katanya.
Hanya saja, ada permasalahan lain yang timbul dengan adanya rekayasa lalin tersebut. Jalan perumahan menjadi padat, sebab kendaraan berebut untuk memutar balik. Untuk mengatasi hal tersebut, Dishub pun mengepras median jalan. Tujuannya untuk membuat u-turn (putaran balik) menjadi lebih lebar.
Sabtu (28/4), pengeprasan media jalan itu dilakukan. Area tikung kini menjadi 15 meter. Tidak hanya itu, lebar median jalan juga akan dikecilkan. Dari yang semula 5 meter menjadi 3 meter.
Dengan begitu, area tikung jadi lebih luas.
Diakui Amig, kemacetan di TPI bukan hanya disebabkan oleh tingginya volume kendaraan yang melintas. Adanya PKL yang membuka lapak di tepi jalan juga menambah kepadatan, terutama PKL premiun yang berdagangnya menggunakan mobil. "Badan jalan semakin sempit," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satpol PP Sidoarjo Widiyantoro Basuki mengatakan pihaknya saat ini sedang memperketat pengawasan terhadap PKL. Pihaknya sudah memberikan papan larangan untuk berjualan di sepanjang jalan TPI. “Kalau ada yang melanggar langsung ditilang," tegasnya. (nis/jee) Editor : Lambertus Hurek