Selama musim hujan ini akses jalan darat ke Makam Dewi Sekardadu di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan Buduran, sulit dilalui. Para pezairah hanya bisa menggunakan jalur sungai.
Nurul Munfatiq, tokoh masyarakat Sawohan, mengatakan, jalan paving dari Desa Sawohan ke Kepetingan sebenarnya sudah dibangun beberapa tahun lalu. Namun, masih tersisa sekitar tiga kilometer. "Bisa ke Kepetingan lewat darat tapi sulit. Kecuali warga setempat dan pekerja tambak yang memang sudah biasa," ujarnya kemarin.
Pria yang baru terpilih kembali sebagai kades Sawohan ini bertekad untuk mengusahakan jalan paving yang menghubungkan Sawohan dengan Kepetingan. Sebab, bagaimanapun juga makam ibunda Sunan Giri itu masih berada dalam wilayah Desa Sawohan. "Makam Dewi Sekardadu itu salah satu tempat wisata religi andalan Kabupaten Sidoarjo. Makanya, perlu mendapat perhatian," katanya.
Berbeda dengan jalan raya biasa, menurut Munfatiq, jalan yang berada di pematang tambak-tambak itu tergolong jalan produksi. Jadi, bukan kewenangan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR). "Yang membangun paving itu dari dinas kelautan dan perikanan," katanya. (sar/rek)