Ditunjuk sebagai salah satu kabupaten yang menyediakan Mal Pelayanan Publik (MPP), Kabupaten Sidoarjo mulai melakukan sejumlah persiapan. Salah satunya beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah melakukan studi banding ke Pemkot Batam. Hasil dari studi banding ini akan diterapkan di Kota Delta, tetapi pelaksanaannya secara bertahap.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo Achmad Zaini mengatakan, dalam studi banding tersebut, pihaknya melihat MPP yang menjadi pilot project Kemenpan RB di Indonesia. Di Batam, bentuknya sudah seperti mal. “Dalam satu gedung digunakan untuk pelayanan publik saja. Di tempat itu ada 463 jenis pelayanan baik dari perizinan dan non-perizinan,” ungkapnya.
Zaini mengaku Pemkab Sidoarjo berencana mengadopsi konsep tersebut, namun dilakukan bertahap. Tahun ini untuk sementara sesuai dengan persetujuan bupati, MPP ditempatkan di lantai bawah gedung serbaguna atau Sidoarjo Community Center (SCC) di Jalan Lingkar Timur.
Di lantai bawah SCC itu, mampu menampung sekitar 500 orang. Ruangan itu akan dimaksimalkan untuk menyediakan berbagai macam layanan yang ada di Sidoarjo. Namun Zaini khawatir pelayanannya belum bisa maksimal.
“Ruangannya terbatas, mohon dimaklumi kalau belum optimal," lanjutnya.
Sambil MPP berjalan, Pemkab Sidoarjo sedang menyiapkan sistem layanan yang terintegrasi. Ke depan, semua jenis pelayanan yang dibutuhkan masyarakat bisa berjalan optimal di satu gedung yang sedang digagas untuk dibangun, yakni gedung terpadu.
Gedung itu akan dibangun setinggi 17 lantai. Di gedung tersebut nantinya juga akan berisi kantor OPD Pemkab Sidoarjo. “Jadi semua kebutuhan pelayanan bisa dipenuhi di satu gedung," jelasnya. (nis/jee)
Editor : Lambertus Hurek