Puluhan warga Desa Kemiri Kecamatan Sidoarjo menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pemasaran Central Industrial Park (CIP) yang terletak di sekitar Lingkar Timur, Jumat. Mereka mengeluhkan adanya penutupan jalan yang kini ditembok. Sebelumnya, jalan itu biasanya dilewati warga.
“Kami tidak bisa lewat kalau mau ke tambak,” ujar korlap aksi, Mujinar.
Menurutnya sudah sekitar satu tahun akses menuju tambak tertutup. Ia mengatakan jalan desa yang terletak di sisi selatan CIP merupakan akses utama warga menuju lokasi tambak mereka. “Karena tertutup tembok proyek, kami harus menyeberang sungai atau melompati pagar proyek ketika hendak ke tambak,” katanya.
Mujinar menambahkan jika melewati jalan proyek tersebut warga diminta meninggalkan KTP. “Masa mau ke tambak saja bawa KTP,” ujar pria 61 tahun ini.
Lebih lanjut Mujinar menceritakan jalan desa awalnya berada di sebelah utara. Namun sudah ditukar guling untuk kepentingan pembangunan Kodim, dan jalan dipindah ke sebelah selatan. “Sebelumnya tetap bisa lewat, dari jalan baru di selatan ini kemudian ada jembatan berbelok ke utara menuju tambak. Tapi ketika proyek ini dimulai, jembatan dibongkar dan jalur untuk warga berbelok ke utara ditutup tembok,” jelasnya.
Sementara itu Pj Kades Kemiri, Nur Ahmadi mengatakan kalau jalan yang dipermasalahkan warga ini memang milik CIP. “Bukan milik desa. Yang milik desa di balik tembok jalan ini. Solusinya akan kita temukan antara pihak warga dan pengembang sehingga aktivitas warga bisa kembali lancar,” ujarnya.
Usai salat Jumat, pihak pemerintah desa akhirnya mendatangkan perwakilan dari CIP. Perwakilan dari pengembang PT Mulya Persada Sejahtera (MPS) atau CIP, Hendra Priadi Mulyawan mengatakan pihaknya tidak pernah menutup jalan. “Kebetulan pimpinan kami ada kesibukan lain. Nanti akan kami sampaikan setelah ini,” ujarnya. (mus/jee)