Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Desa Kupang dan Semambung di Jabon Kebanjiran

Lambertus Hurek • Sabtu, 3 Maret 2018 | 10:30 WIB
Desa Kupang dan Semambung di Jabon Kebanjiran
Desa Kupang dan Semambung di Jabon Kebanjiran

Banjir belum 100 persen surut di wilayah Sidoarjo. Setelah beberapa desa di Kecamatan Porong terendam, kali ini giliran Kecamatan Jabon, yakni Desa Kupang dan Semambung.
Di Desa Kupang, ketinggian air mencapai 30 hingga 50 cm. Genangan air merendam jalan desa dan halaman depan rumah warga. Meski begitu, banyak warga yang bertahan di rumahnya masing-masing.
Kepala Desa Semambung Zaenuri mengatakan, ada dua wilayah yang terkena banjir, yakni di RW 5 dan RW 4 Dusun Penumpakan. “Total ada 110 KK yang terdampak banjir. Rinciannya, 50 KK di RW 5 dan 60 KK di RW 4,” ungkapnya.
Dikatakannya, banjir ini sudah berlangsung sejak tiga hari yang lalu, namun Jumat (2/3), ketinggian air sudah mulai surut. “Untungnya tidak hujan deras lagi, sehingga air yang mulai surut," lanjut dia.
Zaenuri menjelaskan, genangan ini sudah terjadi dua kali pada 2018. Sebelumnya pada awal tahun banjir lebih parah. Saat itu ketinggiannya lebih tinggi, sehingga air masuk rumah warga. Penyebabnya pun sama, air dari Kalimati yang meluap kemudian meluber ke pemukiman warga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dwidjo Prawito mengatakan, petugas sudah turun ke lapangan untuk memberikan bantuan. Sembako dan nasi bungkus diberikan kepada 110 KK tersebut setiap hari.
Menurut Dwidjo, banjir di Jabon selain karena sungai yang penuh sedimentasi juga disebabkan cuaca buruk. BPBD mendapatkan laporan dari BMKG bahwa potensi hujan deras yang disertai angin kencang masih tinggi di Sidoarjo. “Kami meminta masyarakat terus waspada,” ujarnya.
Meski sudah beberapa hari terendam banjir, Dwidjo manambahkan warga enggan mengungsi. Sebagai antisipasi, pihaknya menyiagakan tim di lokasi. ”Jika air semakin tinggi, baru kami lakukan evakuasi,” pungkasnya. (nis/jee)

Editor : Lambertus Hurek
#banjir sidoarjo