Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Puluhan Pemungut Sampah Wadul Dewan

Lambertus Hurek • Selasa, 7 November 2017 | 04:22 WIB
Puluhan Pemungut Sampah Wadul Dewan, Minta TPST Dibuka
Puluhan Pemungut Sampah Wadul Dewan, Minta TPST Dibuka

KOTA-Sebanyak 26 pemungut sampah rumah tangga mendatangi gedung DPRD Sidoarjo, Senin (6/11) pagi. Sembari membawa gerobak, mereka wadul ke anggota dewan agar Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Lingkar Timur, Desa Bluru, Sidoarjo, segera dibuka. 


“Kami tidak demo, tapi mengirim surat kepada anggota dewan agar bisa berunding dengan pemerintah terkait nasib kami,” ujar Sujari, salah seorang pemungut sampah rumah tangga.


Setelah mengadu ke DPRD, para pemungut sampah ini melanjutkan perjalanan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Griyomulyo, Desa Kalisogo, Kecamatan Jabon. “Hal ini kami lakukan karena bentuk tanggung jawab kepada warga. Kami berharap agar TPST Lingkar Timur segera dibuka, agar kami tidak kesulitan membuang sampah,” katanya.


Selain itu, pria 45 tahun ini juga mengaku resah adanya pungutan yang dilakukan oleh oknum dari CV BB sebesar Rp  5.000 per kepala keluarga (KK). “Setiap kali membuang sampah, kami dipungut Rp 5.000 per KK oleh oknum CV itu,” katanya.


Menurut dia, TPST Lingkar Timur ini sedang dalam tahap perbaikan. Namun, dari pantauan Radar Sidoarjo di lokasi, tidak tampak adanya aktivitas perbaikan, meskipun di dalamnya terlihat pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo. Yang terlihat hanya palang pintu yang tertutup serta tulisan TPST ditutup sedang dalam perbaikan.


Sementara itu, Kepala DLHK Sidoarjo Bahrul Amiq mengatakan, aksi yang dilakukan pemungut sampah rumah tangga itu tidak murni atas inisiatif pribadi. "Itu ada yang menunggangi. Gak mungkin seperti itu jika tidak ada aktor di belakangnya. Kita tutup itu cuma sementara kok. Karena memang sedang dalam perbaikan," ujarnya.


Amig mengatakan, sudah ada solusi bagi para pemungut sampah. “Kita memberikan tempat pembuangan sampah alternatif selama TPST Lingkar Timur dalam perbaikan, yakni di Delta Praloyo dan Desa Bluru. Kalau mereka membuang ke Jabon itu jelas ada yang menunggangi,” katanya.


Saat ditanya terkait adanya pungutan, yang diduga dilakukan oknum 'suruhan' DLHK, Amig membantahnya. “Itu tidak benar. Tidak ada seperti itu,” pungkasnya. (mg/rek/rud)


Editor : Lambertus Hurek
#dprd sidoarjo #pemkab sidoarjo