Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mengenal Sidoarjo Tempo Dulu

Lambertus Hurek • Selasa, 12 September 2017 | 15:42 WIB
Photo
Photo

Zaman sudah berganti, pembangunan juga semakin pesat. Mungkin tidak semua orang tahu tentang bagaimana Sidoarjo tempo dulu. Beberapa jalan dan bangunan memang telah berubah, meski begitu tetap ada beberapa bangunan peninggalan zaman dulu yang masih bisa kita nikmati.



ANNISA FIRDAUSI/GUNTUR IRIANTO


Wartawan Radar Sidoarjo


 


SALAH satu perubahan itu yakni jalan di Desa Celep. Seperti terlihat pada foto, itulah kondisi jalan Desa Celep tahun 1948. Ketika itu jalanan sangat sepi. Masyarakat menggunakan dokar sebagai alat transportasi. Beberapa masyarakat juga tampak berjalan kaki. Sedangkan di kanan dan kiri jalan berdiri rumah-rumah warga.


Saat ini kondisinya sudah berubah. Jalan di Desa Celep sudah banyak dilewati kendaraan bermotor. Volume kendaraan yang melintas pun cukup tinggi, mulai becak, sepeda motor, mobil, angkutan umum, bahkan juga kendaraan berat yang melintas.


Celep dulunya merupakan salah satu desa yang berbatasan dengan pusat pemerintahan. Pada puluhan tahun silam, pemerintahan Kota Delta berada di Sidokare. 


Admin akun Sidoarjo Tempo Dulu Tri Mulyanto menuturkan bagaimana asal nama Desa Celep. Menurutnya, pada masa pergantian nama dari Sidokare menjadi Sidoarjo, kampung Celep dikenal sebagai tempat menyelup kerajinan batik dan tenun. Menurut salah satu tokoh masyarakat di desa tersebut, nama Celep diambil dari istilah ‘celup’ atau ‘nyelup’. “Masyarakat Sidoarjo lalu sering memanggil desa ini sebagai Desa Nyelup yang kemudian berkembang menjadi Celep,” ujarnya.


Selain itu, ada cerita lain yang mengungkapkan Celep juga dikenal sebagai desa santri. Sebab ada pondok yang berdiri sejak tahun 1600. Pondok yang diberi nama Pondok Salaf tersebut didirikan oleh Mbah Maulana. Dari nama Salaf tersebut, lama kelamaan lidah orang jawa menyebutnya dengan Selef. Dari Selef akhirnya disebut Celep. 


Kini, bangunan di kanan dan kiri jalan banyak yang berubah. Beberapa bangunan telah dibangun dengan arsitektur modern. Sebagian bangunan yang dulunya tempat tinggal juga ada yang dijadikan sebagai toko, salon, dan sebagainya.


Meski begitu, jejak sejarah di Celep masih terlihat. Beberapa bangunan masih tampak seperti bangunan lawas. “Meski ada beberapa penambahan, seperti diberi pagar atau diperbaiki catnya,” lanjut Tri Mulyanto. (*/jee)

Editor : Lambertus Hurek