Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gudang Pengepakan Rokok Ilegal Digerebek

Lambertus Hurek • Selasa, 29 Agustus 2017 | 15:55 WIB
Photo
Photo

KOTA-Satreskim Polresta Sidoarjo menggerebek gudang pembuatan rokok ilegal tanpa cukai di Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin. Polisi juga mengamankan Mulyono, 41, warga Desa Kalidawir Kecamatan Tanggulangin yang diduga menjadi koordinator pengepakan rokok tersebut.


Dalam penggerebekan tersebut polisi mengamankan total sebanyak 2.400 bungkus rokok tanpa cukai. Sedangkan, pemilik dari usaha ilegal yakni ED hingga saat ini masih buron. “ED merupakan pengusaha rokok yang terkenal di Jawa Tengah,” kata Kasatreskim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Haris. 


Dia mengungkapkan, gudang pengepakan rokok yang baru beroperasi seminggu tersebut memiliki omset hingga Rp 117 juta per minggu. Dari tiga jenis merek rokok yakni Bosini, Planet Mars dan SIP, jelasanya, membuat kerugian negara mencapai Rp 94 juta karena tidak ada cukai. 


“Rokok tersebut memakai cukai palsu karena itu harganya murah,” terangnya. 


Perwira melati satu ini mengatakan, tersangka Mulyono mendapatkan bahan rokok bijian yang sudah dijahit. Selain itu, tersangka bersama empat karyawannya juga dikirimi sejumlah alat untuk pengepakan rokok, mulai bungkos rokok, grenjeng, pita cukai palsu hingga plastik pembungkus. “Semua alat dan bahan dikirim dari Jawa Tengah,” tambahnya. 


Menurutnya, di dalam gudang tersebut tersangka hanya melakukan pengepakan. Rencananya rokok tersebut dikirim ke luar Jawa, di antaranya ke Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Lebih lanjut dijelaskan, pembuatan pita cukai palsu dilakukan oleh ED di Jawa Tengah. 


Sementara itu, Mulyono mengaku hanya disuruh untuk mengepak rokok oleh ED. Setiap pengepakan per doss rokok mendapatkan upah Rp 25 ribu. “Saya tidak tahu jika rokok itu melanggar aturan,” jelasnya. 


Menurutnya, dirinya hanya memikirkan untuk mendapatkan penghasilan dari usaha pengepakan tersebut. Mulyono juga tidak tahu persis jika pita cukai yang dikirim dari Jawa Tengah itu palsu. “Jika tahu palsu ya saya tidak berani,” ujarnya. (vga/jee) 


Editor : Lambertus Hurek