Real Madrid Comeback 4-3 atas Roma, Endrick Jadi Penyelamat Mourinho

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 05:18 WIB
Arda Guler dan Endrick (kanan) jadi bintang kemenangan Real Madrid. (SI.com)
Arda Guler dan Endrick (kanan) jadi bintang kemenangan Real Madrid. (SI.com)

RADAR SURABAYA– Real Madrid menunjukkan mentalitas pantang menyerah dengan menaklukkan AS Roma 4-3 setelah tertinggal dua gol pada 10 menit terakhir pertandingan Liga Champions, Kamis dini hari WIB.

Aksi pemain muda Endrick dan Carlos Espi menjadi titik balik sebelum Antonio Rudiger memastikan kemenangan dramatis pada masa tambahan waktu.

Kemenangan ini memperlihatkan kemampuan Real Madrid membalikkan keadaan dalam situasi sulit.

Namun, di balik hasil gemilang tersebut, masih ada persoalan serius yang harus dibenahi Jose Mourinho, terutama di lini tengah dan performa Vinicius Junior.

Roma tampil agresif sejak awal pertandingan. Tekanan intensif membuat Real Madrid kesulitan mengembangkan permainan.

Kiper Thibaut Courtois bahkan harus melakukan dua penyelamatan penting dalam lima menit pertama untuk menjaga gawangnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Kamis 15 Oktober 2026: Siang Panas Terik Suhu 36 Derajat Celsius

Roma akhirnya membuka keunggulan melalui tembakan jarak jauh Marten de Roon pada menit ke-20.

Real Madrid sempat menyamakan kedudukan lewat gol spektakuler Kylian Mbappe lima menit kemudian.

Namun, Madrid kembali kehilangan kendali setelah turun minum. Donyell Malen memanfaatkan kesalahan Vinicius Junior untuk membawa Roma unggul.

 Malen kemudian mencetak gol keduanya melalui penyelesaian tenang yang sempat dianulir sebelum akhirnya disahkan.

Dalam situasi tertinggal, Mourinho memasukkan Endrick dan Carlos Espi untuk menyegarkan lini serang. Keputusan tersebut terbukti menentukan.

Espi mengawali kebangkitan Madrid melalui gol dari jarak dekat. Endrick kemudian menyamakan kedudukan lewat sundulan keras.

 Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Rüdiger mencetak gol kemenangan melalui situasi sepak pojok pada masa tambahan waktu.

Baca Juga: KPK Buka Peluang Periksa Kepala BNPB dalam Kasus Korupsi

Hasil 4-3 memastikan Real Madrid mengamankan kemenangan kedua secara beruntun dalam awal kampanye Liga Champions mereka.

Lini Tengah Madrid Masih Bermasalah

Meski menang, performa Real Madrid sepanjang sebagian besar pertandingan belum meyakinkan.

Duet Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde kembali menjadi sorotan karena kesulitan mengendalikan permainan.

Keduanya tidak cukup efektif dalam membangun serangan melalui umpan-umpan pendek maupun menghadapi tekanan lawan.

Roma mampu memanfaatkan kelemahan tersebut untuk merebut bola dan menciptakan peluang berbahaya.

Pada babak pertama, Tchouaméni hanya mencatatkan 17 umpan akurat, sedangkan Valverde membukukan 16. Courtois bahkan menghasilkan 19 umpan akurat, lebih banyak daripada kedua gelandang tersebut.

Situasi ini memperlihatkan kebutuhan Madrid terhadap gelandang yang mampu mengatur tempo, menjaga penguasaan bola, dan keluar dari tekanan lawan.

Endrick dan Espi Layak Mendapat Kesempatan

Kebangkitan Real Madrid juga menempatkan Endrick dan Espí dalam sorotan.

Keduanya memberikan dampak langsung setelah masuk dari bangku cadangan dan menunjukkan bahwa Madrid memiliki alternatif di lini depan.

Baca Juga: Naik 8,6 Persen, 182 Ribu Wisatawan Asing Pilih Kereta Api di Jatim

Sebaliknya, performa Vinícius Júnior semakin mengkhawatirkan. Selain kehilangan bola yang berujung gol lawan, penyerang Brasil tersebut dinilai belum menunjukkan permainan terbaiknya.

Kylian Mbappe dan Jude Bellingham masih menjadi tumpuan utama Madrid. Namun, ketergantungan terhadap kemampuan individu berisiko menjadi masalah apabila organisasi permainan tim tidak segera diperbaiki.

Statistik Roma vs Real Madrid

Real Madrid mencatatkan 16 tembakan, delapan di antaranya tepat sasaran. Roma membukukan 14 tembakan dengan tujuh mengarah ke gawang.

Roma unggul dalam penguasaan bola dengan 54 persen, sedangkan Madrid mencatatkan 46 persen.

Namun, Madrid lebih efektif memanfaatkan peluang pada fase akhir pertandingan.

Los Blancos juga memperoleh sembilan sepak pojok, berbanding lima milik Roma. Situasi bola mati tersebut menjadi faktor penting dalam kemenangan dramatis melalui gol Rüdiger.

Kemenangan 4-3 ini menegaskan karakter pantang menyerah Real Madrid.

Meski demikian, Mourinho tetap memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki keseimbangan lini tengah, meningkatkan konsistensi Vinícius Júnior, dan mengurangi ketergantungan pada aksi individual.(rak) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : SI.com
carlos espi as roma vs real madrid real madrid Endrick Liga Champions