Jude Bellingham Menggila, Inggris Libas Kroasia 7-0

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 05:41 WIB
Jude Bellingham memimpin Inggris hancurkan Kroasia. (Dailymail)
Jude Bellingham memimpin Inggris hancurkan Kroasia. (Dailymail)

RADAR SURABAYA — Timnas Inggris tampil luar biasa dengan menghancurkan Kroasia 7-0 dalam pertandingan UEFA Nations League, Minggu dini hari WIB.

Jude Bellingham menjadi aktor utama kemenangan telak tersebut sekaligus semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemain penting dalam proyek masa depan pelatih Thomas Tuchel.

Bermain di hadapan ribuan anak sekolah yang memenuhi stadion, Inggris langsung menunjukkan dominasi sejak menit awal.

Laga ini sebenarnya digelar tanpa penonton sebagai hukuman bagi Kroasia akibat keributan yang terjadi saat laga Kroasia vs Prancis pada UEFA Nations League sebelumnya. 

Namun Kroasia menyiasatinya dengan menghadirkan anak-anak sebagai penonton, di tribun seberang, sejumlah anak bahkan membentangkan spanduk bertuliskan, “It’s not coming home”, sindiran khas suporter Kroasia terhadap anggapan kesombongan Inggris.

Baca Juga: Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo, 55 Korban Masih Dicari

Harry Kane membuka keunggulan pada menit kedelapan setelah menerima umpan dari Bellingham.

Gol tersebut menjadi awal dari pesta Inggris. Bellingham kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-21 setelah menerima umpan Anthony Gordon.

Inggris semakin leluasa mengendalikan pertandingan. Gordon akhirnya mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-39, sebelum Bukayo Saka membuat skor menjadi 4-0 tepat menjelang turun minum.

Memasuki babak kedua, dominasi Inggris tidak mengendur. Kane kembali mencetak gol pada menit ke-53 untuk membawa Inggris unggul 5-0.

Saka kemudian menambah gol keduanya pada menit ke-68. Pesta Inggris ditutup Morgan Rogers pada menit ke-88.

Kemenangan 7-0 tersebut menjadi kekalahan terbesar dalam sejarah timnas Kroasia.

Bellingham Jadi Pengendali Permainan

Di balik kemenangan telak Inggris, Bellingham tampil sebagai pemain paling menonjol.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi 6 Bulan Usai Tinggalkan Timnas Portugal

Gelandang Real Madrid tersebut mendapat nilai tertinggi dalam pertandingan setelah mampu mengontrol lini tengah dan berkali-kali membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Kroasia memadati stadion mungil ini dengan ribuan anak sekolah untuk menyiasati fakta bahwa pertandingan ini seharusnya digelar tanpa penonton.(dailymail)
Kroasia memadati stadion mungil ini dengan ribuan anak sekolah untuk menyiasati fakta bahwa pertandingan ini seharusnya digelar tanpa penonton.(dailymail)

Bellingham menunjukkan kualitasnya sejak menit ketiga ketika memberikan umpan yang membebaskan Gordon di sisi kiri pertahanan Kroasia.

Pergerakan tersebut menjadi salah satu pola serangan utama Inggris sepanjang pertandingan.

Bellingham juga menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan sehingga pertahanan Kroasia kesulitan menghentikan serangan Inggris.

Penampilan tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa Bellingham akan menjadi salah satu fondasi utama timnas Inggris di bawah Tuchel.

Dalam tiga pertandingan menghadapi Spanyol, Republik Ceko, dan Kroasia, Bellingham menunjukkan konsistensi sebagai pemain yang mampu mengendalikan permainan.

Inggris Tampil dengan Intensitas Tinggi

Tuchel patut puas dengan performa anak asuhnya. Inggris tidak hanya unggul dalam kualitas individu, tetapi juga memperlihatkan intensitas permainan yang membuat Kroasia kesulitan berkembang.

Lini tengah Inggris tampil agresif, sementara pergerakan para pemain dari lini kedua berkali-kali membuat pertahanan Kroasia terbuka.

Harry Kane tampil efektif dengan mencetak dua gol. Saka juga menyumbangkan dua gol, sedangkan Gordon, Bellingham, dan Rogers masing-masing mencetak satu gol.

Alex Scott yang mendapat kesempatan tampil sebagai starter juga memberikan kontribusi positif. Elliot Anderson turut tampil impresif dalam membantu permainan Inggris dari lini tengah.

Sebaliknya, Kroasia tidak mampu memberikan respons berarti. Bahkan, Luka Modric yang telah berusia 41 tahun tidak mampu membantu timnya keluar dari tekanan Inggris.

Rekor Buruk Kroasia

Kekalahan 0-7 menjadi malam yang sangat buruk bagi Kroasia. Tim asuhan Slaven Bilic tersebut tidak hanya gagal mencetak gol, tetapi juga kesulitan menghadapi tekanan Inggris sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Drama Tiga Set! Bintang/Sofyan Gagal Raih Emas Asian Games 2026

Bilic kembali menangani Kroasia setelah 14 tahun. Ia sebelumnya dikenal sebagai pelatih yang membawa Kroasia mengalahkan Inggris di Wembley pada 2007. Namun, kali ini ceritanya berbeda.

Inggris justru mempermalukan Kroasia dengan kemenangan terbesar dalam sejarah pertemuan kedua tim.

Hasil tersebut sekaligus menunjukkan kesenjangan performa antara kedua tim saat ini.

Bagi Tuchel, kemenangan tersebut menjadi sinyal positif setelah Inggris sebelumnya mengalami kekalahan dari Spanyol.

Performa melawan Kroasia juga memperlihatkan bahwa Inggris memiliki fondasi kuat untuk membangun tim yang mengandalkan Bellingham sebagai salah satu pusat permainan mereka di masa depan.(rak) 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
uefa nations league 2026 kroasia vs inggris Jude Bellingham timnas inggris