RADAR SURABAYA — Pep Guardiola akhirnya buka suara setelah Manchester City dinyatakan melakukan pelanggaran serius terhadap aturan finansial Liga Inggris.
Meski sudah meninggalkan kursi pelatih, Guardiola menegaskan dirinya tetap berada di belakang klub.
Pernyataan tersebut disampaikan Guardiola setelah komisi independen Liga Inggris menyatakan Manchester City bersalah atas sejumlah pelanggaran aturan finansial pada periode 2009/2010 hingga 2017/2018.
Manchester City juga dinyatakan bersalah atas sebagian besar tuduhan terkait kegagalan bekerja sama dalam proses investigasi.
Guardiola, yang meninggalkan jabatan pelatih Manchester City pada musim panas 2026 setelah satu dekade memimpin klub, kini masih memiliki hubungan dengan City sebagai penasihat teknis dan duta global.
Guardiola: Kami Akan Melewati Ini Bersama
Guardiola menegaskan dukungannya kepada Manchester City setelah putusan tersebut diumumkan.
Baca Juga: Jerman vs Serbia: Der Panzer Wajib Menang atas Serbia, Misi Bangkit di Allianz Arena
"Saya ingin setiap penggemar Man City tahu bahwa saya ada di sini, lebih dari sebelumnya," kata Guardiola.
Ia juga menegaskan tetap berada di belakang pemilik klub, jajaran manajemen, pemain, staf, serta para pendukung Manchester City.
"Saya selalu, dulu dan sekarang, serta akan selalu berada di belakang klub saya, pemilik, ketua, Ferran, para pemain, staf, Enzo, dan kalian, para pendukung kami yang luar biasa," ujarnya.
Guardiola kemudian menyampaikan pesan persatuan kepada seluruh elemen klub.
"Perlu saya tegaskan, kita akan melewati ini bersama-sama. Saya mencintai kalian semua," kata Guardiola.
Manchester City Ajukan Banding
Sikap Guardiola sejalan dengan pernyataan jajaran manajemen Manchester City yang tetap mempertahankan posisi klub dalam perkara tersebut.
Baca Juga: Lima Konsumen Beruntung Bawa Pulang Yamaha Fazzio Hybrid Neo dari Yamaha Customer Day 2026
Chief Executive Officer Manchester City Ferran Soriano sebelumnya mempertahankan keyakinan bahwa klub tidak bersalah.
Ketua klub Khaldoon Al Mubarak juga menyatakan keyakinan City untuk membuktikan kasusnya tetap kuat.
Manchester City telah menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.
Dalam temuannya, komisi Liga Inggris menyatakan Manchester City menggunakan pengaturan komersial yang disebut "rekayasa" untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya lebih dari 900 juta poundsterling (Rp21,4 triliun)
Manchester City membantah temuan tersebut dan menilai putusan komisi memiliki kekeliruan.
Klub juga tetap yakin dapat membatalkan putusan melalui proses banding.
Kasus Finansial Sentuh Era Kejayaan Guardiola
Putusan tersebut memiliki kaitan erat dengan era Guardiola karena sebagian periode yang menjadi objek perkara berlangsung ketika pelatih asal Spanyol itu menangani Manchester City.
Selama satu dekade bersama City, Guardiola membawa klub meraih enam gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions.
Karena itu, perkembangan kasus finansial Manchester City juga menjadi bagian dari perdebatan mengenai pencapaian klub selama periode tersebut.
Meski demikian, pernyataan Guardiola kali ini berfokus pada dukungannya terhadap klub dan seluruh elemen Manchester City.
Belum ada hukuman akhir yang ditetapkan terkait perkara tersebut. Proses banding juga diperkirakan dapat berlangsung selama berbulan-bulan.
Bagi Manchester City, dukungan Guardiola menjadi pesan persatuan di tengah proses hukum yang masih berjalan.
Sementara itu, keputusan akhir mengenai perkara tersebut akan ditentukan melalui proses banding yang berlaku.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : Caught Offside