RADAR SURABAYA- Arsenal kalah 0-3 dari Brighton and Hove Albion pada pertandingan Liga Inggris, Minggu dini hari WIB.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menyebut kekalahan tersebut sebagai "pelajaran besar" bagi timnya.
Hasil ini menjadi kekalahan pertama Arsenal di Liga Inggris 2026/2027. The Gunners sebelumnya mengawali musim dengan performa impresif setelah mencatat tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Arsenal juga datang ke pertandingan dengan catatan sembilan kemenangan beruntun di Liga Inggris sejak April.
Namun, rekor tersebut terhenti setelah mereka dibuat tak berdaya oleh Brighton.
Brighton tampil disiplin dan efektif untuk mengamankan kemenangan 3-0. Hasil tersebut membawa Brighton naik ke posisi ketiga klasemen sementara.
Arteta Kecewa dengan Penampilan Arsenal
Arteta mengakui Arsenal tampil jauh di bawah standar saat menghadapi Brighton. Ia menyoroti sejumlah masalah, mulai dari pertahanan, kontrol lini tengah hingga kreativitas dalam membangun serangan.
Baca Juga: Tottenham Kalah 2-3 dari Aston Villa, Spurs Semakin Terpuruk
"Kami sangat kecewa. Kami sangat jauh dari hal-hal dasar yang kami harapkan," kata Arteta.
Menurut Arteta, Brighton mampu memenangkan banyak duel perebutan bola. Situasi tersebut membuat Arsenal kesulitan mengembangkan permainan.
"Ketika bola berada dalam situasi 50-50 dan berpindah penguasaan, sebagian besar waktunya menjadi milik mereka," ujarnya.
Arteta juga mengakui beberapa kesalahan teknis pemain Arsenal membuat tim berada dalam situasi sulit.
"Kadang-kadang ada beberapa kesalahan teknis yang sangat berpengaruh dan membuat kami berada dalam situasi yang sangat sulit. Namun, itu adalah sesuatu yang harus kami pelajari," katanya.
Arsenal Kebobolan Tiga Gol
Kekalahan dari Brighton menjadi perhatian karena Arsenal dikenal memiliki pertahanan solid. Musim lalu, Arsenal merupakan tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit.
Baca Juga: Gol Dianulir, Persebaya Gagal Menang dan Ditahan Garudayaksa 1-1
Dalam empat pertandingan Liga Inggris pertama musim ini, mereka bahkan hanya kebobolan satu gol sebelum Brighton mencetak tiga gol dalam satu pertandingan.
Mantan penyerang Newcastle United, Alan Shearer, menilai Brighton tampil sangat dominan.
"Mereka benar-benar menghancurkan Arsenal," kata Shearer kepada BBC Radio 5 Live.
Shearer bahkan menilai Brighton seharusnya dapat mencetak lebih banyak gol. "Seharusnya mereka bisa mencetak enam atau tujuh gol," ujarnya.
Brighton memang tampil agresif sejak pertandingan dimulai. Mereka mampu memberikan tekanan secara kolektif dan membuat Arsenal kesulitan membangun serangan.
Arteta Sebut Kekalahan Arsenal sebagai Pelajaran
Meski kecewa, Arteta tidak ingin hasil tersebut menghapus catatan positif Arsenal pada awal musim.
Sebanyak 15 pemain Arsenal sebelumnya tampil di Piala Dunia sehingga sebagian besar skuad baru bergabung dalam persiapan pramusim setelah rekan-rekan mereka yang lain.
"Apa yang telah kami lakukan, cara kami bersaing, dan jumlah pertandingan yang kami menangi sangat luar biasa.
Namun, ini merupakan pelajaran besar bagi kami semua untuk memahami apa yang dibutuhkan agar bisa menang di level ini," kata Arteta.
Arsenal kini harus segera melakukan evaluasi sebelum melanjutkan kompetisi setelah jeda internasional.
Baca Juga: Bursa Transfer: Liverpool Pantau Kees Smit, Transfer Rp1 Triliun Jadi Opsi Januari
Bagi Arteta, kekalahan dari Brighton menjadi pengingat bahwa Arsenal harus tampil lebih agresif, disiplin, dan konsisten jika ingin mempertahankan gelar Liga Inggris.
Brighton Beri Peringatan bagi Arsenal
Mantan bek Liga Inggris, Curtis Davies, menilai hasil tersebut bisa menjadi penurunan performa sesaat bagi Arsenal.
"Performa mereka musim ini sejauh ini bagus. Ini merupakan penampilan yang benar-benar mengejutkan," ujar Davies.
Namun, Davies menyoroti lemahnya pertahanan Arsenal ketika menghadapi Brighton.
"Pertahanan mereka hari ini sangat jauh dari standar yang biasanya mereka tunjukkan," katanya.
Arsenal selanjutnya memiliki kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki performa setelah jeda internasional.
Kekalahan telak dari Brighton menjadi evaluasi penting bagi Arteta dan skuadnya dalam upaya mempertahankan gelar Liga Inggris.(rak)
Editor : Rahmat Adhy KurniawanSumber : BBC