Bukan Latihan Biasa, Persebaya U-20 Dapat Sentuhan Pelatih Top AFC Pro

Andy Satria • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 08:36 WIB
Nova Arianto memberikan instruksi kepada pemain Persebaya Future Lab sebagai bagian dari materi kursus kepelatihan lisensi AFC Pro. (Persebaya)
Nova Arianto memberikan instruksi kepada pemain Persebaya Future Lab sebagai bagian dari materi kursus kepelatihan lisensi AFC Pro. (Persebaya)

RADAR SURABAYA – Persebaya Future Lab mendapat pengalaman berharga dalam proses pembinaan pemain muda.

Para pemain Persebaya U-20 berkesempatan menjalani sesi latihan bersama sejumlah pelatih top Indonesia yang sedang mengikuti Kursus Lisensi AFC Pro di Lapangan B Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (11/9).

Sesi latihan tersebut menjadi kesempatan istimewa bagi para pemain muda Persebaya. Mereka mendapat pengalaman langsung dari pelatih dengan latar belakang dan karakter yang berbeda.

Sejumlah nama yang terlibat dalam sesi tersebut antara lain Nova Arianto, Firman Utina, Zulkifli Syukur, dan mantan pelatih fisik Persebaya, Shin Sang-gyu. 

Mereka tengah menjalani blok keempat Kursus Lisensi AFC Pro yang berlangsung di Surabaya.

Persebaya U-20 Belajar dari Pelatih Berpengalaman

Keterlibatan pemain Persebaya U-20 dalam kursus tersebut tidak sekadar menjadi agenda latihan.

Para pemain juga mendapat kesempatan memahami beragam metode kepelatihan yang diterapkan oleh peserta kursus.

Direktur Akademi Persebaya Future Lab, Janu Ramadanis, menyambut positif kesempatan tersebut.

Baca Juga: Datangkan Konsultan dari Amerika Serikat, Ancaman PHK Menghantui Pegawai Arsenal

Menurutnya, keterlibatan akademi dalam pelaksanaan Kursus Lisensi AFC Pro membuka ruang pembelajaran bagi pemain muda.

“Kami tentu menyambut positif ketika Persebaya Future Lab dipercaya menjadi bagian dari pelaksanaan Kursus Lisensi AFC Pro.

Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kami, terutama pemain-pemain muda, untuk mendapatkan pengalaman dan melihat langsung bagaimana para pelatih dengan pengalaman dan latar belakang yang berbeda menjalankan proses latihan,” ujarnya.

Janu berharap pengalaman tersebut dapat memperluas wawasan para pemain. Menurutnya, pemain perlu memahami bahwa setiap pelatih memiliki karakter, gaya komunikasi, dan cara kerja yang berbeda.

“Yang pasti, anak-anak bisa merasakan keragaman dari masing-masing pelatih top nasional.

Dari situ mereka bisa belajar memahami keberagaman, baik dari cara berkomunikasi, memberikan instruksi, maupun pendekatan dalam latihan,” kata Janu.

Lisensi AFC Pro, Jenjang Tertinggi Kepelatihan Asia

Kursus Lisensi AFC Pro merupakan jenjang lisensi kepelatihan tertinggi yang diselenggarakan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

 Lisensi tersebut menjadi salah satu bekal penting bagi pelatih yang ingin menangani klub profesional maupun tim nasional di level tertinggi.

Bagi pemain Persebaya U-20, mengikuti sesi latihan bersama para peserta kursus memberikan gambaran mengenai tuntutan sepak bola profesional.

Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana seorang pelatih menyusun latihan, memberikan instruksi, serta membangun komunikasi dengan pemain.

Baca Juga: Chelsea vs Hull City: The Blues Wajib Waspada, Tim Promosi Belum Kebobolan

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan pemain muda Persebaya Future Lab agar lebih siap menghadapi tuntutan kompetisi di level yang lebih tinggi.

Direktur Teknik PSSI Apresiasi Persebaya

Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers turut hadir dalam pelaksanaan Kursus Lisensi AFC Pro di Surabaya.

 Ia melihat lingkungan Persebaya sebagai tempat yang menarik bagi para peserta kursus untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan.

Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers menyaksikan langsung jalannya kegiatan pelatihan AFC Pro di Surabaya. (Persebaya)
Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers menyaksikan langsung jalannya kegiatan pelatihan AFC Pro di Surabaya. (Persebaya)

Menurut Alex, setiap klub memiliki karakter dan tuntutan berbeda. Karena itu, seorang pelatih harus mampu menyesuaikan pendekatan kepelatihannya dengan lingkungan tempat ia bekerja.

“Persebaya merupakan salah satu klub besar di Indonesia sehingga para pelatih membutuhkan kemampuan kepemimpinan yang berbeda ketika bekerja di lingkungan seperti ini.

 Begitu juga ketika mereka bekerja di klub papan tengah atau klub dengan karakter yang berbeda,” ujarnya.

Mantan Direktur Teknik Jordan Football Association tersebut juga mengapresiasi fasilitas yang disiapkan Persebaya untuk mendukung pelaksanaan kursus.

“Di Persebaya, kami mendapatkan lingkungan yang sangat baik. Fasilitasnya juga sangat mendukung. Mereka memiliki tiga lapangan dan berbagai fasilitas latihan yang bisa digunakan,” jelas Alex.

Ada Pertukaran Pengetahuan antara Persebaya dan Peserta Kursus

Alex juga mengapresiasi keterlibatan staf Persebaya dalam pelaksanaan Kursus Lisensi AFC Pro.

 Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman kepada peserta kursus, tetapi juga membuka peluang pertukaran pengetahuan dengan tim Persebaya.

Baca Juga: Liverpool vs Fulham: Iraola Ungkap Masalah Liverpool yang Harus Dibenahi

“Bahkan, staf Persebaya datang untuk melihat langsung proses kursus Pro License, kemudian berbagi pengetahuan mengenai gaya bermain, karakter tim, cara mereka bekerja, hingga kemampuan para pemain,” tambahnya.

Pertukaran pengalaman tersebut memberikan manfaat bagi kedua pihak. Peserta Kursus Lisensi AFC Pro dapat menerapkan materi kepelatihan dalam lingkungan sepak bola profesional,

sedangkan pemain Persebaya Future Lab memperoleh pengalaman berharga dari interaksi dengan para pelatih berpengalaman.

Bagi Persebaya Future Lab, kesempatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang pembinaan pemain muda.

Setiap sesi latihan dan pengalaman baru diharapkan mampu menjadi bekal bagi para pemain Persebaya U-20 untuk berkembang dan menembus level sepak bola profesional.(sam) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : persebaya.id
Persebaya U-20 Kursus Lisensi AFC Pro nova arianto persebaya future lab