Datangkan Konsultan dari Amerika Serikat, Ancaman PHK Menghantui Pegawai Arsenal

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 08:07 WIB
Arsenal tampil gemilang di lapangan, tetapi para staf di balik layar khawatir kehilangan pekerjaan.
Arsenal tampil gemilang di lapangan, tetapi para staf di balik layar khawatir kehilangan pekerjaan.(Dailymail) 

RADAR SURABAYA – Kabar mengejutkan datang dari Arsenal setelah klub asal London tersebut meraih gelar Liga Inggris untuk pertama kalinya dalam 22 tahun.

 Di tengah kesuksesan di lapangan, sejumlah staf klub justru diliputi kekhawatiran kehilangan pekerjaan.

Kekhawatiran itu muncul setelah Boston Consulting Group (BCG), perusahaan konsultan asal Amerika Serikat, dilibatkan untuk melakukan evaluasi terhadap Arsenal.

Menurut laporan Daily Mail Sport, proses evaluasi tersebut telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Managing Director BCG Jean-Paul Petranca disebut memimpin proses tersebut dan melaporkan pekerjaannya kepada Chief Executive Arsenal Richard Garlick.

BCG memiliki pengalaman panjang dalam memberikan konsultasi terkait strategi, transformasi, dan kinerja organisasi. 

Baca Juga: Antasyafi Robby Raih Emas World Climbing Series Guiyang 2026, Persembahkan untuk Sang Ibu

Kehadiran konsultan tersebut disebut bertujuan membantu Arsenal mengembangkan bisnis serta memanfaatkan momentum kesuksesan klub.

Arsenal Disebut Ingin Tingkatkan Efisiensi

Orang dalam Arsenal menegaskan bahwa evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan klub mampu mempertahankan performa tinggi dalam jangka panjang.

Namun, di balik tujuan tersebut, muncul kekhawatiran di antara staf bahwa evaluasi dapat berujung pada pemangkasan tenaga kerja.

Sejumlah sumber bahkan menyebut terdapat persepsi bahwa sektor sepak bola Arsenal tidak akan terkena dampak perubahan. Kondisi itu memunculkan rasa frustrasi di antara staf dari departemen lain.

Arsenal sendiri menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut. Meski demikian, Petranca diyakini memiliki mandat untuk membantu klub meningkatkan efisiensi operasional.

Departemen Komersial Arsenal Jadi Sorotan

Departemen komersial menjadi salah satu sektor yang disebut paling merasakan ketidakpastian.

Baca Juga: Chelsea vs Hull City: The Blues Wajib Waspada, Tim Promosi Belum Kebobolan

Sejumlah staf dikabarkan mempertanyakan alasan pemangkasan jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan.

Kekhawatiran tersebut muncul setelah Juliet Slot meninggalkan posisinya sebagai pimpinan sektor komersial pada musim panas ini.

 Ia sebelumnya hampir lima tahun bekerja di Arsenal, periode ketika klub mencatat pendapatan yang memecahkan rekor.

Sejumlah pihak menilai restrukturisasi di sektor komersial justru berisiko mengganggu perkembangan bisnis Arsenal.

Pasalnya, peningkatan pendapatan menjadi faktor penting bagi klub untuk memenuhi aturan pengeluaran Liga Primer Inggris dan UEFA.

Karena itu, fokus seharusnya diarahkan untuk mempertahankan hubungan dengan mitra yang sudah ada sekaligus mencari peluang sponsorship baru.

Staf Arsenal Pertanyakan Potensi PHK

Seorang staf Arsenal yang berbicara secara anonim mengaku seluruh karyawan tentu bahagia dengan keberhasilan tim meraih gelar Liga Primer Inggris.

Namun, ia mempertanyakan kemungkinan perubahan yang hanya berdampak pada sebagian departemen.

"Namun, tidak luput dari perhatian bahwa departemen sepak bola, yang belakangan ini justru diperluas, tampaknya kebal terhadap berbagai perubahan," ujarnya.

Baca Juga: Liverpool vs Fulham: Iraola Ungkap Masalah Liverpool yang Harus Dibenahi

Ia juga menilai situasi tersebut tidak adil bagi staf yang menghadapi ketidakpastian pekerjaan.

"Rasanya tidak tepat ketika, dengan begitu besarnya uang yang dihabiskan di sana, orang-orang biasa yang harus membayar tagihan dan cicilan rumah justru merasa terancam kehilangan pekerjaan," katanya.

Menurutnya, kesuksesan Arsenal di lapangan seharusnya membuat kondisi internal klub semakin positif. Namun, kenyataan yang dirasakan sebagian staf justru berbeda.

"Anda mungkin berpikir bahwa saat ini Arsenal merupakan tempat yang luar biasa untuk bekerja, tetapi kenyataannya tidak demikian," ujarnya.

Ia juga mempertanyakan jika keputusan pemangkasan nantinya dilakukan oleh pihak eksternal.

"Ada juga kemarahan karena jika pemangkasan benar-benar terjadi, keputusan tersebut akan dibuat oleh orang dari luar perusahaan, bukan oleh atasan sendiri," katanya.

Arsenal kini menghadapi tantangan untuk menjaga momentum kesuksesan di lapangan sekaligus memastikan proses evaluasi bisnis tidak menimbulkan gejolak internal.

Kesuksesan meraih gelar Liga Inggris setelah penantian 22 tahun menjadi modal besar bagi Arsenal. Namun, klub tetap dituntut mampu mengelola pertumbuhan bisnis dan sumber daya manusia secara berkelanjutan.(rak) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : Dailymail.co.uk
Pegawai Arsenal Terancam PHK Boston Consulting Group (BCG) liga inggris Arsenal