Liverpool Masih Belum Padu dan Solid, The Reds Kembali Gagal Menang

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 05:10 WIB
Victor Munoz jadi penyelamat Liverpool dari kekalahan. (Dailymail).
Victor Munoz jadi penyelamat Liverpool dari kekalahan. (Dailymail).

RADAR SURABAYA– Liverpool masih belum menunjukkan permainan yang meyakinkan pada awal musim Premier League 2026/2027.

The Reds kembali gagal meraih kemenangan setelah bermain imbang 2-2 melawan Nottingham Forest di Anfield, Sabtu (29/8).

Hasil tersebut membuat Liverpool melanjutkan tren dua kali imbang pada dua pertandingan awal Liga Inggris musim ini. Tim asuhan Andoni Iraola juga harus bekerja keras setelah kembali tertinggal sebelum akhirnya menyelamatkan satu poin.

Penampilan Liverpool menjadi sorotan karena permainan mereka masih terlihat tersendat dan belum memiliki koneksi antarpemain yang kuat.

Alexander Isak memang akhirnya membuka rekening golnya musim ini. Sementara itu, rekrutan musim panas asal Spanyol, Victor Munoz, tampil sebagai penyelamat setelah mencetak gol spektakuler pada menit-menit akhir pertandingan.

Namun, hasil imbang tersebut belum mampu menutupi sejumlah persoalan yang masih membayangi Liverpool.

Baca Juga: Terpilih Kembali Pimpin Partai Demokrat Jatim, Emil Dardak Pasang Target Satu Kursi Tiap Dapil

Liverpool Kembali Kebobolan Mudah

Nottingham Forest tampil percaya diri sejak awal pertandingan. Tim asuhan Oliver Glasner mampu memanfaatkan ruang di area pertahanan Liverpool dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya.

Forest akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-24 melalui Dan Ndoye.

Gol tersebut kembali memperlihatkan kelemahan Liverpool dalam mengantisipasi serangan lawan.

Pertahanan The Reds terlihat terlalu mudah ditembus, sebuah masalah yang juga muncul ketika menghadapi Newcastle pada pertandingan sebelumnya.

Liverpool sebenarnya berusaha memberikan respons melalui penguasaan bola. Florian Wirtz sempat mencetak gol, tetapi dianulir setelah proses serangan dinilai melibatkan posisi offside.

Permainan The Reds juga masih terlihat minim ritme dan kreativitas. Pada beberapa momen, kerja sama antarpemain belum berjalan dengan baik.

Situasi itu membuat Nottingham Forest semakin percaya diri untuk melancarkan serangan.

Alisson Selamatkan Liverpool dari Tertinggal Dua Gol

Menjelang akhir babak pertama, Liverpool hampir berada dalam situasi yang lebih sulit.

Ola Aina berhasil menciptakan ruang dari sisi lapangan sebelum mengirimkan bola kepada Igor Jesus.

Baca Juga: SPMB Al Hikmah Surabaya 2027/2028 Resmi Dibuka, Bidik Generasi Islami Berwawasan Internasional

Sang penyerang kemudian melepaskan tembakan keras yang mengarah ke bagian atas gawang.

Alisson Becker tampil gemilang dengan menggagalkan peluang tersebut.

Penyelamatan itu menjadi momen penting karena Liverpool berpeluang memasuki babak kedua dengan defisit dua gol.

Liverpool akhirnya mampu bangkit setelah jeda.

Cody Gakpo melakukan pergerakan apik untuk melewati Neco Williams di tepi kotak penalti sebelum mengirimkan umpan mendatar ke arah tiang jauh.

Alexander Isak berada di posisi tepat untuk menyambar bola dan mencetak gol penyama kedudukan.

Gol tersebut menjadi gol perdana Isak pada musim ini dan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dirinya setelah sebelumnya masih kesulitan menyatu dengan permainan Liverpool.

Liverpool Kembali Tertinggal

Momentum kebangkitan Liverpool tidak bertahan lama.

Nottingham Forest kembali unggul melalui tendangan penalti Morgan Gibbs-White pada menit ke-70.

Situasi berawal dari lemparan ke dalam ketika pertahanan Liverpool terlihat kurang siap. Liam Delap, yang baru didatangkan Forest dari Chelsea, mampu mengirimkan bola ke arah Neco Williams.

Baca Juga: Bidik Pra-PON 2027, Kejurnas Pelajar Tarung Derajat Cetak Pelapis Atlet Jatim

Williams kemudian dijatuhkan Alisson di area berbahaya dan wasit menunjuk titik putih.

Gibbs-White menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk membawa Nottingham Forest kembali unggul.

Kondisi tersebut membuat Liverpool berada di ambang kekalahan kedua yang sebenarnya bisa menjadi pukulan besar bagi Iraola pada awal masa kepelatihannya di Anfield.

Victor Munoz Jadi Penyelamat Liverpool

Saat Liverpool membutuhkan gol, Victor Munoz muncul sebagai penyelamat.

Pada menit ke-82, Florian Wirtz mengirimkan bola ke arah Munoz di tepi kotak penalti.

Pemain berusia 23 tahun itu kemudian melakukan gerakan memutar untuk membuka ruang sebelum melepaskan tembakan keras.

Bola menghantam bagian bawah mistar gawang sebelum masuk dan membuat Anfield bergemuruh.

Gol tersebut memastikan pertandingan berakhir dengan skor 2-2.

Bagi Munoz, itu menjadi gol pertamanya bersama Liverpool dan menjadi salah satu momen positif dari penampilan The Reds yang secara keseluruhan masih belum memuaskan.

Jeremie Frimpong Kembali Disorot

Selain masalah koordinasi permainan, performa Jeremie Frimpong juga kembali menjadi perhatian.

Bek sayap asal Belanda tersebut sebelumnya tampil kurang meyakinkan saat Liverpool menghadapi Newcastle.

Dalam pertandingan melawan Nottingham Forest, penampilannya kembali mendapatkan sorotan.

Frimpong dinilai masih kesulitan memberikan kontribusi maksimal, baik dalam bertahan maupun ketika membantu serangan.

Sebaliknya, bek tengah baru Jeremy Jacquet tampil cukup solid dan menunjukkan potensi untuk menjadi bagian penting dari lini belakang Liverpool.

Milos Kerkez juga masih dinilai memiliki peluang untuk berkembang, meski penampilannya belum sepenuhnya konsisten.

Isak dan Wirtz Masih Harus Membuktikan Diri

Alexander Isak dan Florian Wirtz menjadi dua pemain yang memikul ekspektasi besar di Liverpool.

Nilai transfer keduanya yang mencapai total sekitar 225 juta pound sterling membuat tekanan terhadap mereka semakin tinggi.

Isak akhirnya mencetak gol, tetapi kontribusinya dalam permainan secara keseluruhan masih perlu ditingkatkan.

 Ia beberapa kali terlihat belum sepenuhnya memahami pola permainan yang diterapkan Iraola.

Sementara itu, Wirtz tampil cukup positif dengan memberikan assist untuk gol Munoz. Meski demikian, Liverpool masih membutuhkan konsistensi lebih besar dari gelandang asal Jerman tersebut.

The Reds juga dikabarkan segera mendapatkan tambahan kekuatan melalui kedatangan Bradley Barcola.

Pemain tersebut diharapkan mampu memberikan kecepatan dan variasi serangan yang selama ini masih kurang terlihat dalam permainan Liverpool.

Namun, kedatangan pemain baru saja tidak cukup.

Andoni Iraola masih harus menemukan solusi untuk persoalan mendasar yang sudah terlihat sejak musim lalu, terutama soal organisasi pertahanan, koneksi antarpemain, dan efektivitas serangan.

Liverpool Belum Tunjukkan Ciri Khas Iraola

Dua pertandingan awal Premier League menunjukkan Liverpool masih jauh dari bentuk permainan terbaiknya.

The Reds memang berhasil bangkit setiap kali tertinggal, tetapi fakta bahwa mereka harus berulang kali mengejar skor juga menjadi sinyal adanya persoalan serius.

Baca Juga: Ciputra Hospital Surabaya Kembangkan Empat Layanan Unggulan, Radioterapi Ditargetkan Beroperasi 2027

Liverpool belum sepenuhnya memperlihatkan identitas permainan khas Andoni Iraola.

Dalam laga melawan Nottingham Forest, The Reds beberapa kali tampak seperti tim yang belum memiliki chemistry kuat.

Serangan mereka kurang tajam, sementara lini pertahanan masih mudah dieksploitasi.

Hasil imbang 2-2 memang menyelamatkan Liverpool dari kekalahan, tetapi satu poin tersebut tidak serta-merta menghapus kekhawatiran.

Dengan persaingan Premier League yang semakin ketat, Iraola harus segera menemukan formula terbaik untuk membawa Liverpool kembali ke level yang diharapkan para pendukungnya.

Kedatangan pemain baru seperti Bradley Barcola mungkin dapat menambah kualitas dan kecepatan dalam skuad.

Namun, persoalan utama Liverpool tampaknya lebih dalam dari sekadar kebutuhan akan pemain baru.

Jika tidak segera menemukan solusi, awal musim yang masih menyisakan banyak tanda tanya dapat berkembang menjadi masalah yang lebih besar bagi The Reds.(rak) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Victor Munoz liga inggris liverpool Liverpool vs Nottingham Forest