Jabar Juara Soekarno Cup 2026, Taklukkan Bali Lewat Adu Penalti

Andy Satria • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:24 WIB
TALENTA MUDA: Pemain Banteng Jabar (merah) berusaha melewati hadangan pemain Banteng Bali dalam laga final Soekarno Cup 2026 di Stadion GBT Surabaya. (Andy Satria)
TALENTA MUDA: Pemain Banteng Jabar (merah) berusaha melewati hadangan pemain Banteng Bali dalam laga final Soekarno Cup 2026 di Stadion GBT Surabaya. (Andy Satria)

RADAR SURABAYA – Tim sepak bola Banteng Jabar keluar sebagai juara Soekarno Cup 2026. Gelar tersebut diraih setelah Banteng Jabar menundukkan Banteng Bali melalui drama adu penalti dengan skor 5-3 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Senin (24/8) malam.

Pertandingan final berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua kesebelasan tampil agresif dan bergantian melancarkan serangan. Mereka berusaha mencari celah untuk membobol gawang lawan.

Namun, sejumlah peluang yang tercipta belum mampu dikonversikan menjadi gol. Hingga waktu normal berakhir, skor tetap 0-0. Kondisi serupa terjadi pada babak perpanjangan waktu.

Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam situasi penuh tekanan tersebut, para pemain Banteng Jabar tampil

lebih tenang dan akhirnya memastikan kemenangan 5-3 sekaligus mengangkat trofi Soekarno Cup 2026.

Baca Juga: Bursa Transfer: Bradley Barcola Dikabarkan Sepakati Persyaratan Pribadi dengan Liverpool

Pelatih Banteng Jabar Faisyal Maesa mengatakan, kepercayaan diri, disiplin posisi, dan motivasi menjadi kunci keberhasilan timnya meraih gelar juara.

“Kuncinya adalah percaya diri, disiplin posisi, dan motivasi untuk memenangkan pertandingan.

Target kami datang ke Surabaya menjadi juara dan di setiap pertandingannya bisa satu per satu terselesaikan sampai final,” kata Faisyal.

Menurut dia, kondisi fisik pemain menjadi salah satu tantangan pada pertandingan final. Hal itu tidak hanya dirasakan timnya, tetapi juga Banteng Bali setelah menjalani rangkaian pertandingan sepanjang turnamen.

Faisyal menginstruksikan pemainnya tetap sabar dan tidak terburu-buru saat membangun serangan.

Menurutnya, kedisiplinan menjadi modal penting untuk memanfaatkan momentum.

“Hingga adu penalti memang kendalanya di kondisi fisik. Semua tim juga. Namun, saya instruksikan kepada pemain agar sabar dan kami curi momen untuk menyerang dengan disiplin. Itu yang menjadi motivasi,” ujarnya.

Baca Juga: Penyebab Ruko Usaha Laundry di Jalan Ploso Bogen Surabaya Ludes Terbakar

Faisyal menilai persaingan pada Soekarno Cup 2026 berlangsung cukup merata. Kualitas tim yang tampil dinilai tidak memiliki perbedaan mencolok sehingga setiap pertandingan berjalan kompetitif.

“Dari turnamen ini semuanya merata, bagus-bagus, punya kualitas yang hampir sama dan bersaing ketat.

Dari babak penyisihan terus bersaing dan panas. Artinya, tidak ada perbedaan mencolok antara tim satu dengan lainnya. Mereka memiliki motivasi yang sama dan kemampuan juga merata,” jelasnya.

Keberhasilan menjadi juara juga diharapkan membuka peluang bagi pemain-pemain muda Banteng Jabar untuk mendapatkan perhatian klub profesional.

 Penampilan apik sepanjang turnamen menjadi kesempatan bagi para pemain menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Ketika pemain-pemain kita bermain bagus dengan karakternya, apalagi bisa juara, akan banyak talent scouting dari liga yang melihat dan bisa direkrut,” tutur Faisyal.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengatakan penyelenggaraan Soekarno Cup 2026 berjalan sukses.

Antusiasme masyarakat terhadap turnamen sepak bola usia muda tersebut juga dinilai sangat besar.

“Alhamdulillah, penyelenggaraan Soekarno Cup 2026 dinyatakan sukses oleh berbagai pihak dan antusias masyarakat menyambut luar biasa,” kata Said.

Ia menambahkan, turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mencari dan mengembangkan talenta sepak bola muda Indonesia.

Menurut Said, sejumlah pemain berusia 17 tahun yang tampil di Soekarno Cup 2026 bahkan mulai dilirik klub sepak bola profesional dari Liga 2 dan Liga 3.

“Talenta muda Soekarno Cup 2026 yang berusia 17 tahun sudah ada yang dilirik klub sepak bola profesional dari Liga 2 dan Liga 3. Dan itu membanggakan. Itu memang salah satu tujuan pengembangan pemain muda,” ujarnya. (sam)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Soekarno Cup 2026 Banteng Jabar Banteng Bali