Torino vs Milan 1-2: Rabiot Gemilang, Cisse Cetak Gol Debut di Serie A

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 05:56 WIB
Adrien Rabiot  merayakan gol kedua timnya pada pertandingan Serie A antara Torino FC dan AC Milan di Stadio Olimpico Grande Torino pada 23 Agustus 2026 di Turin, Italia. (Foto oleh Valerio Pennicino/Getty Images)
Adrien Rabiot merayakan gol kedua timnya pada pertandingan Serie A antara Torino FC dan AC Milan di Stadio Olimpico Grande Torino pada 23 Agustus 2026 di Turin, Italia. (Foto oleh Valerio Pennicino/Getty Images)

RADAR SURABAYA – AC Milan berhasil merebut tiga poin penting di laga tandang melawan Torino dengan skor 2-1 pada Senin (24/8) dini hari WIB di Stadio Olimpico Grande Torino. 

Kemenangan ini menjadi pembuka yang positif bagi Rossoneri di era pelatih baru Ruben Amorim.

Adrien Rabiot menjadi faktor penentu. Pemain Prancis itu masuk sebagai pengganti dan langsung memberikan dampak besar: ia memberikan assist untuk gol debut Alphadjo Cisse, lalu mencetak gol kedua sendiri.

Torino sempat memperkecil ketertinggalan di injury time melalui gol spektakuler Che Adams.

 Pra-Musim Campur Aduk dan Debut Pemain Baru

AC Milan memasuki musim baru dengan catatan pra-musim yang tidak stabil. Rafael Leao absen karena cedera, sementara Luka Modric dan Adrien Rabiot terlambat bergabung karena komitmen di Piala Dunia.

Baca Juga: Rekor Tak Kalah 14 Musim Liverpool Berlanjut tetapi Catatan Buruk The Reds Juga Terungkap

Namun, kiper Mike Maignan kembali memperkuat susunan pemain utama bersama dua rekrutan baru, Goncalo Ramos dan Mario Gila.

Di sisi lain, pelatih Torino Ignazio Abate—yang memiliki sejarah panjang bersama Milan—membuat debut resminya di Serie A.

 Skuad Granata harus berjuang tanpa beberapa pemain kunci. Eray Comert terkena sanksi, sementara Duvan Zapata, Tino Anjorin, Pietro Pellegri, dan Franco Israel absen karena cedera.

 Dua pemain baru, Pietro Comuzzo dan Kian Fitz-Jim, langsung dipercaya main sejak awal.

Kondisi lapangan yang masih belum sempurna setelah pertandingan Coppa Italia sebelumnya juga menjadi tantangan tersendiri.

Peluang Terbuang dan Penalti yang Ditolak VAR

Milan hampir unggul lebih cepat. Alphadjo Cisse hampir mencetak gol dalam 75 detik pertama, tetapi tendangannya membentur sisi gawang setelah umpan silang Ruben Loftus-Cheek.

Samuel Chukwueze kemudian membuat peluang berbahaya dengan lari meliuk-liuk dari sisi kanan, memaksa Diego Mascardi melakukan penyelamatan, lalu mengirim umpan silang yang kembali gagal dimanfaatkan Cisse.

Baca Juga: Lando Norris Menang GP Belanda, Max Verstappen Hancur di Lap Pertama

Memasuki babak kedua, Amorim melakukan perubahan taktik. Ia memasukkan Luka Modric dan menempatkan Rabiot di posisi lebih maju menggantikan Loftus-Cheek.

Milan sempat mengajukan tuntutan penalti pada menit ke-60. Umpan silang Cisse dihadang lengan Nikola Vlasic yang terbuka. Namun, setelah tinjauan VAR, wasit menolak penalti tersebut.

Keputusan ini sejalan dengan pendekatan wasit musim ini yang lebih memperhatikan pergerakan dan konteks, bukan hanya posisi lengan.

Rabiot dan Cisse Bawa Milan Unggul

Terobosan akhirnya datang pada menit ke-64. Rabiot, yang bermain lebih maju dari biasanya, mengirim umpan silang akurat kepada Cisse.

Pemain berusia 19 tahun itu mengontrol bola dengan dada, lalu melepaskan tendangan melengkung menggunakan bagian dalam kaki kanan ke pojok bawah jauh. Gol tersebut menjadi gol debut Cisse di Serie A.

Alphadjo Cisse mencetak gol pertamanya di Serie A antara Torino FC dan AC Milan di Stadio Olimpico Grande Torino pada 23 Agustus 2026 di Turin, Italia. (Valerio Pennicino/Getty Images)
Alphadjo Cisse mencetak gol pertamanya di Serie A antara Torino FC dan AC Milan di Stadio Olimpico Grande Torino pada 23 Agustus 2026 di Turin, Italia. (Valerio Pennicino/Getty Images)

Hanya dua menit kemudian, Rabiot menambah keunggulan. Ia siap di tiang jauh dan menyelesaikan umpan silang Chukwueze dengan voli lembut. Skor menjadi 0-2 untuk Milan.

Torino mencoba bangkit. Alieu Njie memotong ke dalam melewati Mario Gila dan melepaskan tembakan keras yang membentur tiang.

Pietro Comuzzo juga mendapat peluang bagus setelah umpan indah Fitz-Jim, tetapi volinya melenceng dari jarak 12 yard.

Peluang emas di menit-menit akhir juga disia-siakan. Umpan silang Njie ke tiang jauh gagal dimanfaatkan Zakaria Aboukhlal yang melakukan voli di luar sasaran dari jarak dekat.

Gol Akrobatik Adams di Injury Time

Di masa injury time, Torino berhasil memperkecil skor. Che Adams mencetak gol spektakuler dengan voli akrobatik.

Ia menyambar umpan bebas dengan tendangan di belakang kepala, mengirim bola melengkung melewati ujung jari Mike Maignan ke pojok atas jauh. Skor akhir 1-2 untuk Milan.

Kemenangan 2-1 ini memberikan awal yang menjanjikan bagi Ruben Amorim di AC Milan. Dampak Rabiot sebagai pemain pengganti dan debut gol Alphadjo Cisse menjadi sorotan utama.

Torino, meskipun kalah, menunjukkan perlawanan yang pantas dihargai, terutama melalui gol spektakuler Che Adams.

Laga ini menandai dimulainya musim Serie A 2026/2027 yang diprediksi kompetitif. Milan kini berharap bisa mempertahankan momentum di pertandingan berikutnya.(rak) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : Football Italia
Serie A 2026 Torino vs Milan Alphadjo Cisse adrien rabiot AC Milan