RADAR SURABAYA– Musim baru Serie A 2026/2027 menghadirkan persaingan menarik.
Sejumlah klub papan atas melakukan pergantian pelatih, sementara Inter Milan datang dengan ambisi mempertahankan dominasi setelah tampil impresif pada musim sebelumnya.
AC Milan, Napoli, dan Atalanta memasuki musim baru dengan nakhoda baru. Pergantian tersebut membuat persaingan di papan atas Serie A semakin sulit diprediksi.
Di tengah hiruk pikuk Piala Dunia 2026 yang tidak dapat dinikmati orang Italia, karena negara mereka tidak lolos, sebuah negara mengalihkan perhatian kepada cabang olahraga lain dan menemukan para atletnya mendominasi.
Pada hari Spanyol mengalahkan Argentina di New Jersey, Kimi Antonelli, pembalap Italia pertama yang memenangi balapan Formula 1 dalam 20 tahun, memperlebar keunggulannya di klasemen dengan kembali meraih kemenangan di Grand Prix Belgia.
Sepekan sebelumnya, Jannik Sinner mempertahankan gelar tunggal putra Wimbledon.
Baca Juga: Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge Digelar di Sidoarjo, Siap Hadirkan Balap Enduro Menantang
Sejak saat itu, Italia menjadi pemuncak klasemen perolehan medali Kejuaraan Atletik Eropa dan menempati posisi kedua di Kejuaraan Akuatik Eropa.
Manila Esposito juga meraih medali emas nomor senam lantai pada Kejuaraan Senam Artistik Putri Eropa.
Namun, perhatian publik perlahan kembali tertuju kepada Serie A yang segera bergulir mulai Sabtu (22/8).
Inter Milan Favorit Mempertahankan Gelar
Inter Milan menjadi salah satu kandidat terkuat untuk kembali menjadi juara. Pada musim pertama di bawah Cristian Chivu, Nerazzurri mampu finis dengan keunggulan 11 poin dari pesaing terdekat.
Catatan tersebut membuat Inter berpeluang menjadi klub pertama pada dekade ini yang berhasil mempertahankan gelar Serie A.
Dalam beberapa musim terakhir, tidak ada tim yang mampu menjadi juara secara beruntun.
Inter memang kehilangan Denzel Dumfries yang pindah ke Real Madrid. Bek sayap asal Belanda tersebut menjadi salah satu pemain penting, meski musim lalu hanya tampil sebagai starter dalam 15 pertandingan Serie A akibat cedera.
Sebagai pengganti, Inter mendatangkan Djed Spence. Namun, Spence harus bersaing dengan Andy Diouf yang tampil mengesankan pada pramusim.
Baca Juga: Bursa Transfer: Curtis Jones Segera Gabung Inter, Liverpool Sepakati Transfer Rp724 Miliar
Di lini belakang, kepergian Francesco Acerbi dan Stefan de Vrij coba ditutupi dengan kembalinya Benjamin Pavard serta kedatangan John Stones.
Inter juga masih berupaya memperkuat lini tengah. Salah satu pemain yang dibidik adalah gelandang Liverpool, Curtis Jones.
Kendati masih terdapat tanda tanya mengenai posisi penjaga gawang, kekuatan lini depan Inter menjadi salah satu keunggulan utama.
Lautaro Martínez, Marcus Thuram, Francesco Pio Esposito, dan Ange-Yoan Bonny memberikan kedalaman yang sulit ditandingi klub Serie A lainnya.
Milan Berharap pada Ruben Amorim dan Gonçalo Ramos
AC Milan menjadi salah satu klub yang menarik perhatian setelah menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih baru.
Pelatih asal Portugal tersebut datang dengan misi membangun kembali reputasi setelah periode sulit di Manchester United.
Penampilan Milan pada pramusim memberikan sejumlah sinyal positif, meski tantangan sebenarnya baru akan terlihat ketika kompetisi resmi dimulai.
Milan juga melakukan investasi besar dengan mendatangkan Gonçalo Ramos dari Paris Saint-Germain dengan nilai transfer €74 juta atau sekitar Rp1,3 triliun.
Ramos memiliki catatan produktif sejak memperkuat Benfica. Namun, ia belum menjadi starter reguler di PSG dalam beberapa musim terakhir karena ketatnya persaingan di lini depan klub Prancis tersebut.
Amorim berharap Ramos mampu memberikan solusi ketika Milan menghadapi tim-tim yang menerapkan pertahanan rendah.
Selain Ramos, Milan juga masih mengandalkan pengalaman Luka Modric. Gelandang veteran tersebut diharapkan mampu memberikan stabilitas sekaligus pengalaman kepada skuad Rossoneri.
Napoli Bertumpu pada Kevin De Bruyne
Napoli juga melakukan perubahan di posisi pelatih dengan menunjuk Massimiliano Allegri.
Baca Juga: Bursa Transfer: Arsenal Sepakat Datangkan Ezri Konsa dari Aston Villa, Tebus Rp1,23 Triliun
Allegri memiliki sejarah panjang di Serie A, tetapi kedatangannya di Naples tidak lepas dari kontroversi masa lalu.
Ia pernah membawa Juventus mengalahkan Napoli dalam persaingan perebutan gelar Serie A musim 2017/2018.
Napoli sendiri finis sebagai runner-up musim lalu di bawah Antonio Conte. Namun, klub tidak melakukan perubahan besar terhadap komposisi skuad.
Salah satu harapan terbesar Napoli berada pada Kevin De Bruyne. Pemain asal Belgia tersebut diharapkan kembali ke kondisi terbaik dan menjadi motor permainan Partenopei.
Juventus Bersiap Bangkit
Juventus juga berpotensi menjadi penantang serius. Klub asal Turin tersebut melakukan sejumlah perekrutan untuk memperkuat skuad.
Randal Kolo Muani menjadi salah satu nama utama. Juventus dilaporkan mengeluarkan sekitar €41 juta untuk mempermanenkan penyerang tersebut setelah masa peminjaman.
Selain Kolo Muani, Juventus mendatangkan Jhon Lucumí setelah bek tengah tersebut menjalani tiga musim solid bersama Bologna.
Dua pemain muda, Kerim Alajbegovic dan Jeff Ekhator, juga mendapat perhatian besar. Kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda bisa menjadi fondasi bagi Juventus untuk kembali bersaing di papan atas.
Roma, Como, dan Atalanta Bisa Jadi Pengganggu
Persaingan empat besar Serie A tidak hanya melibatkan klub-klub tradisional.
AS Roma memasuki musim kedua bersama Gian Piero Gasperini. Kehadiran Santiago Castro diharapkan menambah variasi di lini depan.
Como juga layak diperhitungkan setelah mengejutkan dengan finis di posisi keempat musim lalu.
Mempertahankan Nico Paz menjadi salah satu keberhasilan terbesar mereka pada bursa transfer.
Como juga memperkuat pertahanan dengan mendatangkan Trevoh Chalobah dari Chelsea.
Martin Baturina, Máximo Perrone, dan Lucas Da Cunha menjadi bagian dari proyek jangka panjang klub.
Sementara itu, Atalanta akan menarik perhatian setelah menunjuk Maurizio Sarri sebagai pelatih.
Menarik untuk melihat bagaimana Sarri mengubah karakter permainan klub tersebut.
Fiorentina dan Torino Andalkan Talenta Muda
Fiorentina juga memasuki era baru bersama Fabio Grosso. Mantan pelatih Sassuolo tersebut mendapatkan dukungan besar untuk membangun skuad yang lebih kompetitif.
Fiorentina bahkan menginvestasikan lebih dari €100 juta untuk pemain-pemain muda. Christ Inao Oulaï, yang tampil menonjol bersama Pantai Gading di Piala Dunia, menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan.
Di Torino, Ignazio Abate mendapatkan kesempatan pertamanya menangani klub di kasta tertinggi. Ia berpotensi menjadikan Alessio Cacciamani sebagai salah satu pemain penting.
Cacciamani sebelumnya tampil impresif ketika bekerja bersama Abate saat menjalani masa peminjaman di Juve Stabia.
Pertarungan Degradasi Juga Menarik
Persaingan Serie A musim ini tidak hanya menarik di papan atas. Pertarungan menghindari degradasi juga berpotensi berlangsung ketat.
Venezia kembali ke Serie A untuk ketiga kalinya dalam tujuh tahun. Klub tersebut berharap kali ini mampu bertahan lebih lama di kasta tertinggi.
Monza juga kembali melalui jalur play-off dengan mengandalkan sejumlah pemain berpengalaman seperti Patrick Cutrone, Matteo Pessina, dan Andrea Petagna.
Frosinone akan berusaha mempertahankan status mereka setelah nyaris terdegradasi ke kasta ketiga pada 2025.
Massimiliano Alvini tetap mempertahankan pendekatan permainan menyerang yang membawa mereka kembali ke Serie A.
Lecce diprediksi kembali menghadapi pertarungan berat setelah finis di posisi ke-17 musim lalu.
Sassuolo juga harus menghadapi dampak kepergian Fabio Grosso serta bek andalan Tarik Muharemovic yang bergabung dengan Leeds.
Serie A Siap Menyajikan Persaingan Ketat
Dengan pergantian pelatih, masuknya pemain-pemain baru, serta munculnya sejumlah klub yang mulai berkembang, Serie A 2026/2027 berpotensi menghadirkan persaingan yang menarik.
Inter Milan memang menjadi favorit setelah tampil dominan musim lalu. Namun, Napoli, AC Milan, Juventus, Roma, Como, dan Atalanta memiliki peluang untuk memberikan tekanan.
Jika Inter mampu mempertahankan konsistensi, Nerazzurri berpeluang mencatat sejarah sebagai klub pertama dalam dekade ini yang mempertahankan gelar Serie A.
Namun, dengan banyaknya perubahan di papan atas, perebutan Scudetto musim ini masih terbuka lebar. Serie A pun kembali memiliki cerita baru untuk disajikan kepada pencinta sepak bola Italia.(rak)
Editor : Rahmat Adhy KurniawanSumber : The Guardian, Football Italia