Todd Boehly dan Mark Walter Siap Jual Saham Chelsea, Clearlake Bisa Kuasai 86 Persen

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 05:33 WIB
Kelompok Todd Boehly dan Clearlake telah terjebak dalam kebuntuan selama hampir dua tahun.(The Guardian/Paul Childs/Action Images/Reuters)
Kelompok Todd Boehly dan Clearlake telah terjebak dalam kebuntuan selama hampir dua tahun.(The Guardian/Paul Childs/Action Images/Reuters)

RADAR SURABAYA – Todd Boehly dan Mark Walter dikabarkan mempertimbangkan penjualan saham mereka di Chelsea kepada Clearlake Capital.

Jika kesepakatan tercapai, Clearlake berpotensi menguasai lebih dari 86 persen saham klub dan memperoleh kendali efektif penuh di Stamford Bridge.

Pembicaraan mengenai penjualan saham tersebut kembali mengemuka dalam beberapa pekan terakhir.

Nilai Chelsea dalam transaksi potensial itu disebut mencapai lebih dari £5 miliar atau sekitar Rp120,75 triliun, dengan asumsi kurs £1 setara Rp24.150 pada 17 Agustus 2026.

Boehly dan Walter masing-masing memiliki sekitar 13 persen saham Chelsea. Keduanya merupakan bagian dari kelompok pemegang saham yang selama ini berbagi kendali operasional dengan Clearlake Capital.

Baca Juga: Bursa Transfer: Liverpool Siap Datangkan 2 Pemain PSG Sekaligus, Transfer Tembus Rp3,3 Triliun

Clearlake sendiri telah menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan lebih dari 60 persen.

Apabila saham Boehly dan Walter dilepas kepada Clearlake, kepemilikan perusahaan investasi tersebut akan melonjak hingga lebih dari 86 persen.

Konflik Kepemilikan Chelsea

Struktur kepemilikan Chelsea menjadi tidak biasa sejak konsorsium yang dipimpin Boehly dan Clearlake mengambil alih klub dari Roman Abramovich pada 2022.

Chelsea dibeli dengan nilai sekitar £2,5 miliar atau Rp60,38 triliun. Dalam struktur tersebut, Clearlake menjadi pemegang saham mayoritas, tetapi kendali operasional dibagi dengan konsorsium yang dipimpin Boehly.

Perbedaan pandangan antara kedua kelompok pemilik kemudian memunculkan ketegangan selama hampir dua tahun.

Salah satu persoalan utama berkaitan dengan strategi klub dan rencana pembangunan stadion baru.

Financial Times sebelumnya melaporkan bahwa Boehly dan Walter tengah melakukan pembicaraan untuk menjual saham mereka kepada Clearlake.

Sejumlah laporan juga menyebut kesepakatan tersebut berpotensi mengakhiri perselisihan panjang di antara kelompok pemilik Chelsea.

Saham Boehly dan Walter Bernilai Fantastis

Boehly dan Walter sebelumnya membayar sekitar £325 juta atau Rp7,85 triliun untuk saham mereka ketika konsorsium mengambil alih Chelsea empat tahun lalu.

Baca Juga: LKNU Surabaya Gelar Baksos Kesehatan Gratis di Pesantren Sabilillah Lakarsantri, Perkuat Layanan dan Kepedulian untuk Santri dan Warga

Dengan valuasi klub yang kini disebut lebih dari £5 miliar, nilai saham tersebut berpotensi meningkat signifikan.

Namun, penjualan saham tidak serta-merta dapat dilakukan kepada investor eksternal. Berdasarkan kesepakatan kepemilikan, pemegang saham Chelsea memiliki pembatasan untuk menjual saham kepada pihak ketiga tanpa persetujuan mitra lainnya.

Kondisi tersebut membuat Clearlake berada dalam posisi strategis untuk mengambil alih saham Boehly dan Walter.

Mark Walter Tengah Lepas Aset

Potensi keluarnya Walter dari Chelsea juga dikaitkan dengan langkahnya melepas sejumlah aset.

Walter sebelumnya menjual Los Angeles Lakers dengan nilai US$12,5 miliar (Rp222,81 triliun) kepada Josh Kushner dan Bob Iger. 

Penjualan tersebut dilakukan hanya setahun setelah Walter membeli waralaba NBA tersebut dengan nilai US$10 miliar (Rp178, 35 triliun). 

Walter juga tengah menghadapi penyelidikan pemerintah federal Amerika Serikat terkait persoalan keuangan bisnis asuransinya.

Kondisi tersebut disebut mendorong penjualan sejumlah aset untuk mengurangi kewajiban finansialnya.

Boehly Bisa Tinggalkan Chelsea

Boehly selama ini menjadi wajah utama Chelsea setelah pengambilalihan klub pada 2022.

Baca Juga: 81 Tahun Indonesia Merdeka, Ini 8 Kontribusi Nyata BRI untuk Negeri

 Ia juga sempat mengambil peran sebagai direktur olahraga interim dan terlibat langsung dalam kebijakan transfer.

Pada periode tersebut, Chelsea mendatangkan sejumlah pemain, termasuk Raheem Sterling dan Marc Cucurella.

Namun, Boehly kemudian mengurangi keterlibatannya dalam operasional harian klub.

Peran Clearlake, terutama melalui Behdad Eghbali dan José E. Feliciano, semakin besar dalam pengambilan keputusan klub.

Boehly juga mendapat kritik dari sebagian suporter Chelsea karena performa klub yang belum konsisten di kompetisi domestik.

Berdasarkan kesepakatan kepemilikan, Boehly dijadwalkan mengakhiri masa jabatannya sebagai ketua klub dan posisi tersebut akan beralih kepada perwakilan Clearlake.

Strategi Transfer Chelsea Berubah

Potensi perubahan kepemilikan tersebut terjadi ketika Chelsea justru mulai mengubah strategi transfer.

Dalam beberapa tahun terakhir, klub banyak mendatangkan pemain muda yang memiliki potensi peningkatan nilai jual. Strategi tersebut sangat identik dengan pendekatan Clearlake.

Namun, Chelsea pada musim panas ini mulai kembali mendatangkan pemain berpengalaman, termasuk Danny Welbeck dan Jordan Henderson.

Situasi tersebut menunjukkan adanya perubahan pendekatan dalam membangun skuad Chelsea.

Jika Boehly dan Walter benar-benar menjual saham mereka, Clearlake akan memperoleh kendali yang jauh lebih besar terhadap arah klub, termasuk kebijakan transfer dan rencana pembangunan stadion baru.

Hingga kini, belum ada kesepakatan final yang diumumkan. Perwakilan Clearlake, Boehly, dan Chelsea juga belum memberikan komentar resmi mengenai potensi transaksi tersebut.(rak) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : The Guardian
Clearlake Capital mark walter Chelsea Todd Boehly