Bursa Transfer: Mengapa Liga Turki Mulai Jadi Magnet Baru Pemain Bintang? Ini Alasannya!

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 06:37 WIB
Romelu Lukaku memilih Fenerbahce untuk lanjutkan karir. (Dailymail)
Romelu Lukaku memilih Fenerbahce untuk lanjutkan karir. (Dailymail)

RADAR SURABAYA – Liga Turki mulai menunjukkan daya tarik besar bagi para pemain sepak bola papan atas dunia pada bursa transfer musim panas 2026.

Romelu Lukaku menjadi nama terbaru yang merapat ke Turki setelah bergabung dengan Fenerbahce.

Penyerang asal Belgia tersebut tiba di Turki pekan ini dan langsung mendapat sambutan meriah dari suporter Fenerbahce.

Mengenakan jersey bergaris hitam-kuning, Lukaku bahkan ikut bernyanyi bersama para pendukung yang menyambut kedatangannya.

Pemain berusia 33 tahun itu dijadwalkan diperkenalkan secara resmi dalam seremoni penyambutan di stadion Fenerbahce pada Jumat.

Baca Juga: Bursa Transfer: Baru Semusim di Manchester City, Tijjani Reijnders Malah Dijual ke Arab Saudi Rp1,25 Triliun

Lukaku bukan satu-satunya pemain ternama yang memilih Liga Turki musim panas ini. Sebelumnya, Leandro Trossard (Besiktas), Nathan Ake (Fenerbahce), Mason Greenwood (Fenerbahce),

Dusan Vlahovic (Besiktas), hingga Mohamed Salah juga disebut telah bergabung dengan klub-klub papan atas Turki.

Fenomena tersebut membuat Liga Turki mulai dibandingkan dengan Saudi Pro League yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil menarik banyak pemain bintang dengan tawaran kontrak bernilai fantastis.

Mohamed Salah Jadi Transfer Paling Mencolok

Mohamed Salah menjadi salah satu nama terbesar yang meramaikan Liga Turki musim panas ini setelah meninggalkan Liverpool dan bergabung dengan Trabzonspor.

Mohamed Salah pilih gabung Trabzonspor. (Dailymail)
Mohamed Salah pilih gabung Trabzonspor. (Dailymail)

Nilai kontrak yang ditawarkan kepada Salah menjadi salah satu bukti mengapa Turki semakin menarik bagi pemain kelas dunia.

Trabzonspor mengungkapkan Salah mendapatkan pembayaran yang dijamin sebesar €17 juta atau sekitar Rp320 miliar per musim. 

Nilai tersebut terdiri atas gaji tahunan €10 juta atau sekitar Rp188 miliar serta bonus penandatanganan sebesar €7 juta atau sekitar Rp132 miliar.

Baca Juga: Jatim Bidik Pasar Kerja Dunia, Lulusan SMK Disiapkan Jadi PMI Bersertifikat

Selain itu, Salah juga berhak menerima bonus berdasarkan performa setiap musim.

Kesepakatan hak citra turut menjadi bagian dari kontrak. Salah disebut mendapatkan 20 persen pendapatan dari penjualan produk yang secara khusus menggunakan namanya melalui perusahaan ritel Trabzonspor.

Jika seluruh komponen dihitung, pendapatan Salah disebut bisa mencapai sekitar £500.000 atau Rp11 miliar per pekan.

Angka tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kepindahan pemain asal Mesir itu menjadi sorotan besar.

Vlahovic dan Lukaku Ikut Meramaikan

Salah bukan satu-satunya pemain yang mendapatkan kontrak bernilai tinggi di Turki.

Mantan penyerang Juventus, Dusan Vlahovic, dilaporkan mendapatkan jaminan pendapatan sebesar £6,4 juta atau sekitar Rp140 miliar per tahun untuk tiga musim mendatang.

Sementara itu, Fenerbahce mendatangkan Romelu Lukaku sebagai salah satu rekrutan paling mencolok mereka.

Kehadiran Lukaku semakin memperkuat kesan bahwa klub-klub Turki kini berusaha mendatangkan pemain berpengalaman dengan nama besar untuk meningkatkan daya saing mereka.

Sistem Pajak Turki Jadi Daya Tarik

Selain nilai kontrak, sistem perpajakan menjadi salah satu faktor yang membuat Turki menarik bagi pemain sepak bola asing.

Para pemain mendapatkan skema pengecualian tertentu sehingga tarif pajak dasar yang dikenakan berada di kisaran 20 persen.

 Klub kemudian biasanya memasukkan kewajiban pajak tersebut sebagai bagian dari biaya penggajian pemain.

Baca Juga: Bukan Kopi, Tersangka Pengedar Tembakau Sintetis di Surabaya Ngaku Sering Racik Rasa Pisang Ambon

Kondisi tersebut membuat angka yang diumumkan klub dapat merepresentasikan pendapatan bersih pemain, bukan gaji kotor yang masih harus dikurangi pajak dalam jumlah besar.

Situasi ini menjadi keunggulan tersendiri bagi klub-klub Turki ketika bersaing mendapatkan pemain dengan klub dari liga lain.

Klub Turki Perkuat Fasilitas

Persaingan mendapatkan pemain bintang tidak hanya dilakukan melalui gaji tinggi. 

Klub-klub Turki juga mulai meningkatkan fasilitas latihan dan gaya hidup yang ditawarkan kepada pemain.

Galatasaray, misalnya, telah menggunakan fasilitas latihan baru seluas sekitar 130 acre atau 53 hektare.

Pembangunan fasilitas tersebut menghabiskan dana sekitar £17,5 juta atau Rp383 miliar.

Klub juga meningkatkan fasilitas akademi serta sejumlah cabang olahraga lainnya.

Galatasaray bahkan berinvestasi di sebuah pulau pribadi di Selat Bosphorus yang kemudian dikembangkan menjadi tempat eksklusif untuk menikmati hiburan, pesta, dan santap malam.

Besiktas juga memiliki stadion baru yang dibangun dengan biaya sekitar £86 juta atau Rp1,88 triliun. Klub tersebut kini berencana membangun pusat latihan baru di dekat Bandara Istanbul.

Meski demikian, Besiktas masih menghadapi persoalan finansial. Klub dilaporkan memiliki utang sekitar £387 juta atau Rp8,47 triliun.

Turki Mulai Menyaingi Arab Saudi

Gelombang kedatangan pemain bintang tersebut menunjukkan perubahan peta destinasi sepak bola dunia.

Arab Saudi sebelumnya menjadi tujuan utama pemain-pemain ternama berkat tawaran finansial yang sangat besar.

 Namun, Turki kini menawarkan kombinasi yang berbeda, yakni kontrak menggiurkan, sistem pajak yang relatif menguntungkan, fasilitas modern, serta kehidupan di kota-kota dengan daya tarik wisata dan budaya yang kuat.

Kedatangan Lukaku menjadi contoh terbaru dari tren tersebut. Sebelumnya, kepindahan Salah ke Trabzonspor telah menjadi salah satu transfer paling mengejutkan musim panas ini.

Dengan semakin banyaknya pemain kelas dunia yang memilih Liga Turki, kompetisi tersebut berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan utama pesepak bola elite yang mencari kontrak bernilai besar sekaligus pengalaman baru di Eropa.(rak) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : Dailymail.co.uk
bursa transfer mohamed salah romelu lukaku liga turki