Soekarno Cup U-17 2026 di Jatim Jadi Ajang Berburu Talenta Muda Potensial

Andy Satria • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 19:19 WIB
PEMAIN MUDA: Pemain Banteng Jatim (hijau) berusaha melewati hadangan pemain Banteng Jabar (merah) dalam kompetisi Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora 10 November, Surabaya. (Andy Satria/Radar Surabaya)
PEMAIN MUDA: Pemain Banteng Jatim (hijau) berusaha melewati hadangan pemain Banteng Jabar (merah) dalam kompetisi Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora 10 November, Surabaya. (Andy Satria/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Sebanyak 400 talenta muda dari 16 provinsi unjuk kemampuan dalam Soekarno Cup U-17 2026 yang digelar di Jawa Timur. 

Turnamen sepak bola usia muda ini bukan sekadar ajang perebutan kemenangan, tetapi juga menjadi panggung pencarian bibit potensial menuju sepak bola profesional dan Timnas Indonesia.

Soekarno Cup U-17 2026 resmi dibuka di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Senin (10/8).

Kompetisi berlangsung hingga 24 Agustus 2026 dengan pertandingan tersebar di sejumlah venue di Jawa Timur, yakni Surabaya, Gresik, dan Bangkalan.

Sebanyak 16 tim yang mewakili 16 provinsi ambil bagian dalam turnamen tersebut. Kehadiran ratusan pemain muda menjadi gambaran besarnya potensi sepak bola usia dini di berbagai daerah Indonesia.

Pembukaan Soekarno Cup U-17 2026 berlangsung meriah. Atraksi drum band yang membawakan musik tradisional dari berbagai daerah menjadi pembuka acara.

Baca Juga: Fun Match Midtown Indonesia 2026, Perkuat Sportivitas dan Kebersamaan dengan Badminton

Pertunjukan reog, bantengan, jaranan, hingga tarian kontemporer juga turut memeriahkan pembukaan yang dihadiri lebih dari 7.000 masyarakat.

Soekarno Cup Jadi Wadah Pembinaan Pemain Muda

Juru Bicara Soekarno Cup sekaligus legenda Timnas Indonesia, Anang Ma’ruf, menilai kompetisi usia muda memiliki peran penting dalam membangun fondasi sepak bola nasional.

Menurut Anang, pembinaan pemain tidak cukup hanya mengandalkan latihan teknis. Pemain muda juga membutuhkan pengalaman bertanding untuk membentuk mental dan karakter sebagai atlet.

“Kompetisi menjadi ruang bagi para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus membentuk mental dan karakter sebagai atlet,” ujar Anang.

Mantan pemain Timnas Indonesia dengan 31 penampilan bersama skuad Garuda tersebut mengatakan, atmosfer pertandingan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan latihan.

Melalui kompetisi, pemain belajar menghadapi tekanan, menjaga sportivitas, bekerja sama dengan rekan setim, sekaligus membangun mental untuk terus berkembang.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi pemain untuk melangkah ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi. 

Baca Juga: Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim PN Balikpapan Mengendap di KY, Kuasa Hukum PT Duta Manuntung Desak Transparansi 

16 Provinsi Bertemu dalam Semangat Persatuan

Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun, mengatakan unsur budaya yang ditampilkan dalam pembukaan menjadi simbol keberagaman Indonesia.

Setiap kontingen membawa identitas dan karakter daerah masing-masing. Namun, seluruhnya dipertemukan dalam satu arena melalui sepak bola.

“Atraksi tersebut menghadirkan pesan tentang keberagaman Indonesia. Setiap kontingen membawa identitas daerahnya masing-masing, tetapi seluruhnya bertemu dalam satu arena melalui sepak bola,” kata Komarudin.

Menurut dia, perpaduan olahraga dan budaya diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya mengejar prestasi sebagai atlet.

Lebih dari itu, para pemain diharapkan memiliki karakter, rasa kebersamaan, serta kepedulian terhadap budaya bangsa.

400 Talenta Muda Jadi Perhatian

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menyebut kehadiran 400 pemain dari 16 provinsi menunjukkan besarnya potensi sepak bola usia muda di Indonesia.

“Ada 400 talenta muda dari 16 provinsi yang datang ke sini. Mereka membawa karakter dan gaya bermain dari daerah masing-masing. Ini kesempatan yang sangat baik bagi mereka untuk saling belajar,” ujarnya.

Turnamen tersebut menjadi kesempatan bagi para pemain untuk berhadapan dengan lawan dari berbagai daerah.

Perbedaan gaya bermain diharapkan dapat memperkaya pengalaman dan wawasan para pemain muda.

Selain persaingan di lapangan, interaksi antarpemain juga menjadi bagian penting dalam membangun persahabatan dan semangat persatuan.

Eri Cahyadi Berharap Lahir Talenta untuk Timnas Indonesia

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap Soekarno Cup U-17 2026 dapat menjadi pintu bagi talenta-talenta muda yang selama ini belum mendapatkan kesempatan untuk berkembang.

Menurut Eri, proses pencarian pemain bahkan dilakukan hingga pelosok desa. Perjuangan mereka untuk mengejar mimpi menjadi pesepak bola profesional tidak selalu mudah.

Ada pemain yang harus bekerja terlebih dahulu untuk membeli sepatu. Ada pula yang rela berjalan kaki ketika mengikuti latihan.

“Kami berharap dari Soekarno Cup ini lahirlah talenta-talenta muda yang bisa masuk ke Tim Nasional Indonesia,” kata Eri.

Harapan tersebut menunjukkan bahwa turnamen usia muda tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan.

Kompetisi juga dapat menjadi bagian dari proses pencarian dan pengembangan pemain untuk masa depan sepak bola Indonesia.

Klub Profesional Diminta Pantau Soekarno Cup

Keberhasilan Persebaya Surabaya menjuarai Piala Presiden 2026 dinilai menjadi motivasi tambahan bagi pembinaan sepak bola di Jawa Timur.

Eri berharap klub-klub profesional di Surabaya dan Jawa Timur ikut memantau penampilan para pemain selama Soekarno Cup U-17 2026 berlangsung.

Dengan demikian, turnamen tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi usia muda, tetapi dapat menjadi bagian dari jalur regenerasi pesepak bola profesional.

“Banyak klub yang sudah melihat turnamen Soekarno Cup ini untuk mencari bakat-bakat pemain.

Semoga Soekarno Cup ini bisa menciptakan pemain-pemain muda dan bakat mereka bisa diambil oleh klub-klub profesional,” jelas Eri.

Menurut Eri, keberadaan kompetisi seperti Soekarno Cup memberikan ruang bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan secara langsung di hadapan klub dan pencari bakat.

Jadi Bagian Persiapan Porprov 2027 dan PON 2028

Selain jalur menuju sepak bola profesional, Eri juga mendorong penguatan sinergi dengan PSSI Jawa Timur untuk mendukung regenerasi pemain menghadapi Porprov 2027 dan PON 2028.

Kerja sama tersebut dinilai penting agar proses pencarian dan pendataan pemain dapat dilakukan secara lebih terarah, termasuk dalam proses verifikasi pemain yang mengikuti Soekarno Cup.

“Kami membutuhkan kerja sama yang kuat dengan PSSI untuk Porprov besok sekaligus untuk PON. Semoga ini menjadi kerja sama yang luar biasa untuk menciptakan dan mencari talenta-talenta muda untuk menjadi pemain profesional,” katanya.

Pemain Dapat Pengalaman dan Persahabatan

Bagi para pemain, Soekarno Cup U-17 2026 bukan hanya tentang mengejar kemenangan. Turnamen ini juga menjadi ruang untuk memperluas pengalaman sekaligus membangun persahabatan dengan pemain dari berbagai daerah.

Pemain Banteng Jatim FC U-17, Gema Farand, mengaku senang bisa kembali ambil bagian setelah sebelumnya tampil dalam Soekarno Cup 2025 di Bali.

“Kami bersyukur bisa ikut di Soekarno Cup. Di sini kami dikenalkan dengan budaya Nusantara dan berkenalan dengan teman-teman dari seluruh penjuru Tanah Air.

 Jadi, selain bermain bola, kami juga membangun persahabatan tanpa melihat suku, agama, dan daerah,” ujar Gema.

Soekarno Cup pertama kali digelar pada 2023 di Jakarta. Kompetisi kemudian berlanjut di Bali pada 2025.

Pada 2026, Jawa Timur mendapat kesempatan menjadi tuan rumah.

Kehadiran 16 tim dari berbagai provinsi diharapkan menjadikan Soekarno Cup U-17 sebagai salah satu wadah penting dalam pembinaan dan regenerasi pesepak bola muda Indonesia.(sam) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Soekarno Cup U-17 2026 Komarudin Watubun DPD PDI Perjuangan Jawa Timur