Liverpool Tumbang dari Monaco, Iraola Soroti Fisik Pemain Jelang Premier League

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 05:42 WIB
Andoni Iraola masih punya pekerjaan rumah untuk Liverpool sebelum laga perdana premier league 13 hari ke depan. (Daily mail)
Andoni Iraola masih punya pekerjaan rumah untuk Liverpool sebelum laga perdana premier league 13 hari ke depan. (Daily mail)

RADAR SURABAYA – Liverpool kembali mengalami kekalahan pada pramusim setelah menyia-nyiakan keunggulan dua gol dan takluk dari AS Monaco.

 Pelatih anyar The Reds, Andoni Iraola, mengakui timnya belum mampu mempertahankan level permainan yang diharapkan selama 90 menit.

Liverpool sempat berada dalam posisi nyaman setelah Alexander Isak dan Florian Wirtz membawa tim unggul 2-0. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan.

Monaco bangkit melalui gol Aleksandr Golovin, Mika Biereth, dan Paris Brunner. Tim asal Prancis itu akhirnya membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan.

Hasil tersebut menjadi kekalahan kedua Liverpool secara beruntun pada pertandingan pramusim.

Sebelumnya, The Reds juga kehilangan keunggulan dua gol dalam pertandingan terakhir mereka.

Iraola Khawatir Liverpool Belum Siap

Iraola mengaku kecewa dengan performa Liverpool yang tidak konsisten sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Jatim Dominasi Master & Elite IMC 2026, Borong 11 Medali Emas

Menurutnya, tim mampu menunjukkan permainan berkualitas pada babak pertama, tetapi kesulitan mempertahankan intensitas setelah turun minum.

"Kami bermain sangat baik pada babak pertama. Namun, saat ini kami belum memiliki kemampuan untuk mempertahankan level permainan seperti itu selama 90 menit," ujar Iraola kepada LFCTV.

Pelatih asal Spanyol tersebut menilai Monaco memang tampil lebih baik pada babak kedua dan layak membalikkan keadaan.

"Monaco jauh lebih baik pada babak kedua, sama seperti kami yang tampil lebih baik pada babak pertama. Mereka pantas membalikkan keadaan," katanya.

Kondisi Fisik Jadi Pekerjaan Rumah

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Iraola adalah kondisi fisik para pemain. Ia menilai Liverpool belum memiliki energi yang cukup untuk mempertahankan intensitas permainan selama 90 menit.

"Kami memenangi dua pertandingan pramusim pertama, tetapi dalam dua pertandingan terakhir kami tidak mampu mempertahankan level yang kami inginkan sepanjang pertandingan," ujar Iraola.

Pelatih Liverpool itu menambahkan, tim masih membutuhkan latihan tambahan untuk meningkatkan kebugaran pemain.

"Masalahnya saat ini adalah mereka mungkin belum memiliki energi untuk bermain selama 90 menit. Hal itu membutuhkan waktu.

Kami akan melakukan lebih banyak latihan bersama mereka," tuturnya.

Iraola juga menyebut pergantian pemain turut memengaruhi keseimbangan permainan Liverpool.

Setelah melakukan sejumlah perubahan, The Reds mulai kehilangan tenaga dan Monaco mampu memanfaatkan situasi tersebut.

Baca Juga: IMC 2026 Sukses, PBMI Incar Medali Emas SEA Games 2027

"Begitu kami melakukan beberapa perubahan, mereka mulai kelelahan. Jadi, kami masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan," ucapnya.

Virgil van Dijk Jadi Sorotan

Selain persoalan fisik, kapten Liverpool Virgil van Dijk juga menjadi sorotan setelah melakukan pelanggaran yang menghasilkan penalti untuk Monaco.

Penalti tersebut menjadi momentum penting dalam kebangkitan Monaco. Gol itu membuat pertandingan berubah dan meningkatkan tekanan terhadap Liverpool.

Bagi Van Dijk, laga melawan Monaco menjadi penampilan pramusim pertamanya. Sementara itu, Iraola masih memiliki waktu untuk mengevaluasi kondisi seluruh skuad sebelum kompetisi resmi dimulai.

Liverpool Punya Waktu Terbatas

Iraola menyadari masih ada sisi positif yang dapat diambil dari pertandingan tersebut. Namun, kekalahan dari Monaco sekaligus menunjukkan sejumlah kelemahan yang harus segera diperbaiki.

"Kami bisa mengambil banyak hal positif, tetapi juga banyak hal negatif dari pertandingan hari ini," kata Iraola.

Liverpool kini hanya memiliki waktu terbatas untuk melakukan pembenahan. Laga pembuka Premier League melawan Newcastle United tinggal 13 hari lagi.

Konsistensi selama 90 menit, kebugaran pemain, serta kemampuan mempertahankan keunggulan menjadi pekerjaan rumah utama Iraola sebelum Liverpool memasuki musim kompetisi 2026/2027.

Kekalahan dari Monaco menjadi peringatan penting bagi Liverpool. Keunggulan dua gol tidak akan berarti banyak jika The Reds kembali gagal mempertahankan intensitas hingga peluit akhir.(rak) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Florian Wirtz alexander isak liverpool Andoni Iraola