Gianni Infantino Diserang UEFA, FIFA Pasang Badan dan Klaim Presiden Punya Dukungan Kuat

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 05:42 WIB
Gianni Infantino dinilai masih kuat bisa melanjutkan masa kepemimpinannya sebagai Presiden FIFA. (Daily mail)
Gianni Infantino dinilai masih kuat bisa melanjutkan masa kepemimpinannya sebagai Presiden FIFA. (Daily mail)

RADAR SURABAYA – Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi tekanan politik terbesar dalam upayanya mempertahankan kursi kepemimpinan badan sepak bola dunia. 

UEFA secara terbuka menentang kepemimpinannya, sementara FIFA justru melancarkan pembelaan keras terhadap sang presiden.

Konflik FIFA dan UEFA semakin memanas setelah badan sepak bola Eropa tersebut menyatakan akan terus memboikot kompetisi FIFA selama Gianni Infantino masih menjabat sebagai presiden.

Sikap UEFA muncul setelah rencana kontroversial Infantino untuk menjual saham senilai £3,1 miliar (Rp75,19 triliun) dalam Piala Dunia kepada investor swasta mengalami kegagalan.

Selain persoalan kebijakan FIFA, Infantino juga menjadi sorotan setelah muncul tuduhan mengenai dugaan hubungan dengan seorang mantan staf perempuan UEFA.

Baca Juga: Chelsea Hancurkan AC Milan 3-0 di SUGBK, Alonso Pamer Formasi Baru

UEFA mengonfirmasi adanya pembayaran kepada mantan karyawan tersebut setelah kepergiannya dari organisasi.

Namun, FIFA dengan tegas membantah tuduhan yang mengaitkan pembayaran itu dengan dugaan hubungan pribadi Infantino.

FIFA menyebut tuduhan tersebut "sama sekali tidak benar".

FIFA Bela Gianni Infantino

Di tengah tekanan yang semakin besar, FIFA mengeluarkan pernyataan resmi pada Sabtu malam.

Dalam pernyataan tersebut, FIFA menuding terdapat upaya terkoordinasi untuk merusak citra organisasi dan Presiden Gianni Infantino.

FIFA menegaskan bahwa Infantino terpilih secara demokratis oleh asosiasi anggota FIFA dan masih menjalankan mandat yang diberikan kepadanya.

"Presiden FIFA dipilih secara demokratis oleh asosiasi anggota FIFA dan terus menjalankan mandat yang diberikan kepadanya," demikian pernyataan FIFA.

FIFA juga memperingatkan pihak-pihak yang berusaha menggulingkan Infantino melalui tuduhan dan pemberitaan yang dianggap tidak berdasar.

Baca Juga: Lionel Messi Kehilangan Sang Ayah, Jorge Messi Meninggal di Rosario

Menurut FIFA, pihak yang tidak memiliki dukungan dari asosiasi anggota seharusnya tidak berusaha mendapatkan kekuasaan melalui tuduhan, insinuasi, atau informasi yang keliru.

Badan sepak bola dunia itu juga menegaskan akan melawan pemberitaan yang dianggap tidak akurat atau menyesatkan.

UEFA Jadi Penentang Utama Infantino

UEFA menjadi konfederasi kontinental yang paling keras menentang kepemimpinan Infantino.

Bahkan, UEFA disebut siap mempertahankan aksi boikot terhadap kompetisi FIFA selama Infantino tetap berada di kursi presiden.

Langkah tersebut menjadi tekanan serius karena UEFA merupakan salah satu konfederasi sepak bola paling berpengaruh di dunia.

Namun, posisi UEFA tidak sepenuhnya didukung konfederasi lainnya.

CONCACAF, yang menaungi sepak bola di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia, juga mengambil sikap serupa. Akan tetapi, penolakan terhadap Infantino belum menjadi gerakan global.

Sebaliknya, FIFA masih mendapatkan dukungan dari konfederasi Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.

Meksiko bahkan disebut berada di belakang Infantino, memperlihatkan bahwa kubu penentang presiden FIFA belum sepenuhnya solid.

Infantino Berpeluang Raih Masa Jabatan Keempat

Meski menghadapi tekanan dari UEFA, posisi Gianni Infantino saat ini masih relatif kuat.

Dengan dukungan dari sejumlah konfederasi dan asosiasi anggota FIFA, Infantino diyakini memiliki peluang untuk bertahan dalam pemilihan presiden FIFA yang akan berlangsung pada Maret 2027.

Baca Juga: Bursa Transfer: Arsenal Resmi Rekrut Bruno Guimaraes, Tebus Rp1,64 Triliun

Infantino bahkan disebut memiliki cukup dukungan untuk menghadapi kemungkinan mosi tidak percaya.

Jika kembali terpilih, Infantino akan menjalani masa jabatan keempat sebagai Presiden FIFA.

Situasi tersebut membuat konflik antara FIFA dan UEFA diperkirakan masih akan berlangsung panjang.

Bagi Infantino, tantangan terbesar bukan hanya mempertahankan dukungan politik di antara 211 asosiasi anggota FIFA, tetapi juga menghadapi penolakan terbuka dari UEFA serta berbagai kontroversi yang terus mengiringi kepemimpinannya.

FIFA sendiri menegaskan tidak ingin teralihkan oleh polemik tersebut.

Organisasi tersebut menyatakan akan tetap berfokus memperkuat FIFA, memberikan manfaat kepada asosiasi anggota, serta memperluas perkembangan sepak bola ke seluruh dunia.

Pertarungan politik di tubuh sepak bola dunia pun kini memasuki fase penting. UEFA berusaha meningkatkan tekanan terhadap Infantino, sedangkan FIFA memastikan akan mempertahankan mandat presidennya.

Pertanyaan besarnya kini adalah: mampukah UEFA benar-benar menggulingkan Gianni Infantino, atau justru Presiden FIFA itu akan semakin kuat menuju pemilihan 2027?.(rak) 

 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : Dailymail.co.uk
sepakbola dunia UEFA vs FIFA FIFA Uefa Gianni Infantino