Chelsea Hancurkan AC Milan 3-0 di SUGBK, Alonso Pamer Formasi Baru

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 05:19 WIB
Chelsea mencetak dua gol melalui situasi bola mati saat menghadapi AC Milan, dengan Moises Caicedo mencetak gol dari luar kotak penalti. (Daily mail)
Chelsea mencetak dua gol melalui situasi bola mati saat menghadapi AC Milan, dengan Moises Caicedo mencetak gol dari luar kotak penalti. (Daily mail)

RADAR SURABAYA – Chelsea meraih kemenangan meyakinkan atas AC Milan dalam laga pramusim yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (8/8).

The Blues menang telak 3-0 sekaligus memberikan sinyal positif terkait persiapan menghadapi musim kompetisi baru.

Kemenangan atas AC Milan menjadi hasil penting bagi Chelsea di bawah asuhan Xabi Alonso.

Pelatih asal Spanyol itu untuk pertama kalinya menerapkan formasi tiga bek sejak menangani klub asal London tersebut.

Eksperimen tersebut langsung memberikan hasil positif. Chelsea tidak hanya tampil dominan, tetapi juga berhasil mencatatkan clean sheet untuk pertama kalinya sejak Alonso mengambil alih kursi pelatih.

Penampilan Chelsea di SUGBK juga menjadi perubahan signifikan dibandingkan sejumlah pertandingan pramusim sebelumnya yang memperlihatkan kelemahan lini pertahanan.

Baca Juga: Lionel Messi Kehilangan Sang Ayah, Jorge Messi Meninggal di Rosario

Xabi Alonso Uji Formasi 3-4-2-1

Alonso menggunakan formasi dasar 3-4-2-1. Tiga pemain ditempatkan di jantung pertahanan, sementara Marco Palestra dan Pedro Neto beroperasi sebagai bek sayap.

Namun, ketika Chelsea menguasai bola, kedua pemain tersebut lebih banyak bergerak ke area depan dan menjalankan peran seperti winger.

Neto menjadi salah satu ancaman utama Chelsea dari sisi kanan. Ia beberapa kali melakukan penetrasi untuk membuka ruang bagi Cole Palmer yang bergerak ke area lebih dalam.

Di sisi kiri, Palestra juga menunjukkan mobilitas tinggi. Pergerakan kedua bek sayap membuat Chelsea mampu menyerang dari berbagai sisi.

Sementara itu, trio Joao Pedro, Cole Palmer, dan Danny Welbeck diberikan kebebasan untuk bertukar posisi.

Baca Juga: Bursa Transfer: Arsenal Resmi Rekrut Bruno Guimaraes, Tebus Rp1,64 Triliun

Welbeck menjadi penyerang utama, sedangkan Palmer dan Pedro bergerak di belakangnya. Namun, ketiganya tidak terpaku pada posisi masing-masing.

Rotasi tersebut membuat pertahanan AC Milan kesulitan menjaga pergerakan para pemain Chelsea.

Joao Pedro Bersinar

Joao Pedro menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam kemenangan Chelsea atas AC Milan.

Pemain asal Brasil tersebut tampil agresif dan mendapatkan banyak ruang dalam sistem yang diterapkan Alonso.

Pedro mencatatkan empat tembakan, mencetak dua gol, serta mendapatkan jumlah sentuhan terbanyak di kotak penalti AC Milan.

Penampilan tersebut membuat koleksi golnya selama pramusim meningkat menjadi lima.

Kerja sama Pedro dengan Pedro Neto juga menghasilkan salah satu gol Chelsea. Neto mengirim umpan lambung ke dalam kotak penalti yang berhasil dimanfaatkan Pedro.

Kebebasan bergerak yang diberikan Alonso membuat Pedro mampu menjalankan beberapa peran sekaligus. Ia dapat bermain sebagai gelandang serang, winger, maupun penyerang.

Chelsea Cetak Dua Gol dari Bola Mati

Selain keberhasilan menerapkan formasi tiga bek, perhatian juga tertuju pada dampak langsung Austin MacPhee.

MacPhee baru bergabung dengan Chelsea sebagai pelatih bola mati setelah sebelumnya bekerja di Aston Villa.

Chelsea mendatangkannya dengan membayar klausul pelepasan yang nilainya sedikit di bawah 1 juta pound sterling.

Baca Juga: Disuguhi Kopi, Pelaku Pembunuhan di Pasuruan Banting Korban hingga Meninggal

Kehadiran MacPhee langsung memberikan dampak dalam laga pramusim Chelsea vs AC Milan di SUGBK.

Chelsea mampu mencetak dua gol melalui situasi bola mati.

Salah satunya berawal dari umpan akurat Moises Caicedo yang menemukan pergerakan Joao Pedro. Pedro yang tidak terkawal kemudian menyundul bola menuju sudut jauh gawang.

Gol lainnya lahir melalui skema yang lebih kompleks. Romeo Lavia mengirim bola ke tepi kotak penalti.

 Caicedo yang berada di posisi tersebut kemudian menyambut bola dan melepaskan tembakan menggunakan bagian luar kakinya hingga mengarah ke sudut bawah gawang.

Dua gol tersebut menjadi indikasi awal bahwa Chelsea mulai memiliki variasi baru dalam situasi bola mati.

Romeo Lavia Tampil 90 Menit

Laga melawan AC Milan juga menjadi momen penting bagi Romeo Lavia.

Gelandang berusia 22 tahun tersebut untuk pertama kalinya bermain selama 90 menit penuh bersama Chelsea sejak bergabung dari Southampton pada 2023 dengan nilai transfer 53 juta pound sterling.

Lavia sebelumnya mengalami sejumlah masalah kebugaran yang membatasi penampilannya bersama Chelsea.

Namun, melawan AC Milan, ia tampil bersama Caicedo di lini tengah dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Lavia memberikan assist melalui situasi sepak pojok, jarang kehilangan penguasaan bola, serta mencatatkan delapan kali pemulihan bola.

Kemampuan menyelesaikan pertandingan selama 90 menit menjadi perkembangan penting bagi Lavia menjelang dimulainya musim kompetisi.

Chelsea Mulai Temukan Identitas

Kemenangan 3-0 atas AC Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno memberikan sejumlah sinyal positif bagi Xabi Alonso.

Chelsea memang belum tampil dengan kekuatan penuh. Sejumlah pemain seperti Reece James, Maxence Lacroix, Enzo Fernandez, Malo Gusto, dan Morgan Rogers masih dijadwalkan bergabung dalam rangkaian pramusim berikutnya.

Baca Juga: BRI Peduli Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak melalui Posyandu Matahari di Desa Brilian Hargobinangun Sleman

Namun, dengan sekitar 70 persen kekuatan skuad, Chelsea sudah memperlihatkan permainan yang lebih terstruktur.

Formasi tiga bek yang menjadi salah satu ciri khas Alonso ketika menangani Bayer Leverkusen mulai terlihat cocok diterapkan di Chelsea.

Selain memperbaiki organisasi pertahanan, sistem tersebut juga memberikan kebebasan lebih besar kepada para pemain menyerang.

Bagi Alonso, laga Chelsea vs AC Milan di SUGBK bukan sekadar pertandingan pramusim.

Kemenangan tersebut menjadi bahan penting untuk menentukan formula terbaik Chelsea sebelum menghadapi musim baru.

Jika performa tersebut dapat dipertahankan, formasi tiga bek berpeluang menjadi salah satu senjata utama Chelsea ketika memulai perjalanan mereka di Premier League.(rak) 

 

 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Chelsea xabi alonso AC Milan sugbk