RADAR SURABAYA – Tekanan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, semakin menguat menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027.
Sejumlah federasi sepak bola dikabarkan menarik dukungan politik mereka, sementara FIFA membantah tuduhan bahwa Infantino menjanjikan Maroko sebagai tuan rumah final Piala Dunia 2030 demi memperoleh dukungan untuk masa jabatan berikutnya.
Sebelumnya laporan The Times menyebut Infantino diduga menawarkan kepada Maroko kesempatan menjadi tuan rumah partai puncak Piala Dunia 2030 sebagai imbalan atas dukungan terhadap pencalonannya kembali pada 2027.
Maroko merupakan salah satu dari tiga negara penyelenggara Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Portugal.
Sebelumnya, Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol, Rafael Louzan, menyatakan final turnamen akan digelar di Spanyol.
FIFA segera membantah laporan tersebut melalui pernyataan resmi.
"Keliru dan menyesatkan jika menyatakan Presiden FIFA telah membuat janji apa pun terkait penunjukan tuan rumah final Piala Dunia 2030. Keputusan akan ditetapkan FIFA pada waktunya," demikian pernyataan FIFA.
Hingga kini, Federasi Sepak Bola Maroko belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut.
Baca Juga: HUT Ke-9 Hotel Dafam Pacific Caesar Surabaya: Berbagi, Menginspirasi, dan Menguatkan Kepedulian
FIFA Klaim Dukungan Masih Kuat
Di tengah derasnya kritik, FIFA menyatakan Infantino masih memperoleh dukungan dari jajaran pimpinan organisasi.
Dalam pertemuan yang digelar di Maroko, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, bersama sejumlah anggota Dewan Manajemen FIFA disebut kembali menegaskan dukungan penuh kepada Infantino.
Namun, FIFA tidak merinci siapa saja anggota dewan yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan itu berlangsung setelah gelombang kritik terhadap kepemimpinan Infantino terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Sejumlah Federasi Tarik Dukungan
Federasi Sepak Bola Wales, Swedia, dan Serbia dilaporkan tidak lagi mendukung pencalonan kembali Infantino pada pemilihan Presiden FIFA 2027.
Federasi Sepak Bola Inggris juga disebut tengah mempertimbangkan langkah serupa.
Hingga saat ini belum ada kandidat lain yang secara resmi menyatakan akan menantang Infantino dalam pemilihan mendatang.
Kontroversi FIFA Forward Enterprise
Tekanan terhadap Infantino semakin besar setelah muncul bocoran mengenai program FIFA Forward Enterprise (FFE) yang disebut bertujuan menjual sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Rencana tersebut memicu penolakan luas dari berbagai konfederasi sepak bola, termasuk UEFA yang menyebut proposal itu sebagai kesepakatan yang tidak transparan.
Baca Juga: Gudang Kayu di Jalan Banjarsugihan Surabaya Hangus Terbakar
Sementara itu, CONCACAF menilai kepemimpinan Infantino gagal menempatkan kepentingan sepak bola sebagai prioritas utama.
Setelah menuai kritik, FIFA akhirnya membatalkan proyek tersebut.
Meski mengakui adanya kesalahan dalam proses tersebut, FIFA menegaskan tidak akan mentoleransi serangan terhadap integritas organisasi dan siap mengambil langkah untuk melindungi reputasinya.
Desakan Mundur Terus Menguat
Gelombang kritik juga datang dari mantan bintang Portugal, Luís Figo, yang secara terbuka meminta Infantino mundur dari jabatannya.
Menurut Figo, Infantino telah kehilangan dukungan dari banyak tokoh penting di dunia sepak bola, termasuk staf senior dan para penasihat terdekatnya.
Situasi ini membuat pemilihan Presiden FIFA 2027 diperkirakan akan berlangsung dalam atmosfer politik yang lebih panas dibandingkan periode sebelumnya, meski hingga kini belum muncul kandidat resmi yang siap menjadi penantang Infantino.(rak)
Editor : Rahmat Adhy KurniawanSumber : Yahoo sports